Di sisi lain, bentuk pengamanan sudah disiapkan secara fisik. Pemkot mengoptimalkan Posko Terpadu Jaga Jakarta yang tersebar di sepuluh kecamatan. Posko ini jadi titik kumpul bagi pemerintah, TNI-Polri, dan warga untuk merespon cepat setiap laporan.
Gambar: CCTV merekam aksi pelaku tawuran yang membawa senjata tajam di Cianjur, Februari 2026. (ANTARA/istimewa)
Harapannya jelas. Kusmanto ingin Ramadan di Jakarta Timur berjalan aman, damai, dan khusyuk. "Kami berharap Jakarta tetap kondusif selama Ramadhan dan seterusnya. Mari bersama-sama menjaga keharmonisan antarumat beragama," tuturnya.
Langkah serupa juga diambil oleh kepolisian. Polres Metro Jakarta Timur mendirikan 27 posko terpadu lainnya. Ini bagian dari Operasi Pekat Jaya 2026 yang digelar serentak di bawah Polda Metro Jaya.
Setiap posko diisi oleh 20 personel. Komposisinya campuran: sepuluh dari Polri, dan sepuluh lagi gabungan dari Satpol PP, Kodim setempat, plus elemen masyarakat. Mereka bakal berjaga dari sore hingga pagi, menyesuaikan dengan analisa kerawanan di wilayah masing-masing.
Semua ini dilakukan agar suasana tenang benar-benar terwujud. Agar ibadah di bulan suci tidak terusik oleh keributan di jalanan.
Artikel Terkait
Jokowi Tegaskan Hak Sama Setiap Warga Negara Menanggapi Gugatan Larangan Keluarga Presiden Maju Pilpres
Pakistan Lancarkan Serangan Udara, Taliban Balas dengan Serangan Balasan ke Wilayah Perbatasan
Isuzu Astra Motor Targetkan Perkuat Pasar Kendaraan Niaga pada 2026
Pekerja Tewas Tertabrak Forklift di Titik Buta Depo Marunda