Suasana pidato kenegaraan Donald Trump di Kongres tiba-tiba ricuh. Dua anggota DPR dari Partai Demokrat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, meneriakkan protes terkait ICE. Kejadian Selasa malam itu langsung memicu badai di media sosial.
Tak terima diganggu, mantan presiden AS itu melampiaskan kemarahannya di platform Truth Social. Dalam serangkaian cuitan yang keras, Trump menyebut kedua politikus muslim itu ber-IQ rendah dan seharusnya "dirawat di rumah sakit jiwa".
"Mata mereka melotot dan merah seperti orang gila, sakit jiwa dan tidak waras," tulisnya menggambarkan aksi kedua wanita itu.
Namun begitu, amarahnya tidak berhenti di situ. Trump lalu menyerang lebih jauh. Dia menyarankan agar Omar dan Tlaib dikirim "kembali ke tempat asal mereka" secepat mungkin.
"Ketika orang dapat berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah Politisi yang Curang dan Korup, sangat buruk bagi Negara kita,"
"Mereka hanya bisa merusak Amerika Serikat, mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk membantunya,"
Begitu kira-kira cuplikan unggahannya yang dilaporkan NBC News. Gaya bahasanya khas, frontal, dan tanpa tedeng aling-aling seperti biasa.
Insiden ini kembali menyorot polarisasi politik yang dalam di Amerika. Di satu sisi, Trump mendapat dukungan dari basisnya. Di sisi lain, kritik terhadap ucapannya yang dianggap rasis dan menghina pun mengalir deras. Dua legislator yang jadi sasaran itu sendiri dikenal vokal mengkritik kebijakan imigrasinya dulu.
Jadi, keributan singkat di aula Kongres itu kini telah berubah jadi perang narasi baru. Panas, personal, dan sekali lagi memecah belah.
Artikel Terkait
Asbanda Dorong BPD Tinggalkan Peran Administratif, Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Polisi Terbitkan SP3 untuk Rismon Sianipar dalam Kasus Ijazah Jokowi
Polisi Tangkap 10 Tersangka Pengeroyokan Brutal terhadap Kepala Desa di Lumajang
IMX 2026 Gelar Pameran Modifikasi di Kawasan Candi Prambanan