Longsor di Nusa Penida, Personel TNI Bantu Bersihkan Rumah Tertimpa

- Kamis, 26 Februari 2026 | 15:45 WIB
Longsor di Nusa Penida, Personel TNI Bantu Bersihkan Rumah Tertimpa

Nusa Penida, Bali – Cuaca ekstrem yang mengguyur Bali beberapa hari terakhir ternyata tak hanya membawa hujan. Di Nusa Penida, kondisi itu berujung pada bencana. Sebuah longsor melanda kawasan Banjar Buah, Dusun Lemo, Kamis (26/2/2026) lalu. Material tanah dan bebatuan menimpa satu rumah warga.

Mendengar kabar itu, personel gabungan TNI langsung bergerak. Mereka berasal dari Pos TNI AL Nusa Penida dan Koramil setempat. Aksi karya bakti pun digelar di lokasi kejadian. Tujuannya jelas: membantu warga yang terdampak.

Menurut keterangan yang diterima, para prajurit turun tangan membersihkan puing bangunan dan timbunan tanah yang menutup akses. Tak hanya itu, mereka juga berusaha menyelamatkan barang-barang milik warga yang masih tertimbun. “Petugas juga membantu menyelamatkan harta benda milik warga yang masih bisa diselamatkan dari reruntuhan,” ujar seorang perwira.

Kolonel Laut (P) Cokorda G.P.P., Komandan Pangkalan TNI AL Bali, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen nyata TNI AL di tengah masyarakat.

“TNI AL terus berkomitmen dalam menjaga kedaulatan di laut, tapi juga hadir untuk menjaga keselamatan warga di pesisir,” tegasnya.

Di sisi lain, upaya pencegahan juga tak dilupakan. Mereka melakukan penguatan sementara pada struktur tanah di sekitar lokasi. Langkah ini penting untuk mengantisipasi longsor susulan yang bisa terjadi kapan saja, mengingat kondisi tanah yang masih labil.

Kehadiran para seragam hijau dan putih itu disambut hangat oleh warga. Rasanya, gotong royong seperti ini bukan sekadar mempercepat pembersihan. Lebih dari itu, ia memberi suntikan semangat bagi warga yang sedang berduka. Beban terasa lebih ringan ketika ditanggung bersama.

Melalui momen seperti ini, harapannya beban korban bisa berkurang. Selain itu, kewaspadaan terhadap ancana alam di daerah perbukitan seperti Nusa Penida pun diharapkan semakin meningkat. Sebab, bencana bisa datang kapan saja, terutama saat musim penghujan tiba.

Penulis: Ridho Dwi Putranto
Editor: Redaktur

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar