“Sulit sekali untuk maju kalau terus membuat kesalahan individu seperti itu. Jujur saja, kami memang tidak layak lolos,” katanya dengan getir.
Turin Takluk oleh Kegigihan
Sementara itu, di Turin, cerita lain terukir. Juventus harus gigit jari. Bermain dengan sepuluh pemain hampir sepanjang babak kedua setelah kartu merah Lloyd Kelly, mereka tetap bertarung sengit. Tapi Galatasaray terlalu tangguh.
Agregat akhir 7-5 mungkin terlihat mewah, namun jalan menuju sana tidak mudah. Juventus sempat bangkit lewat gol Federico Gatti dan Weston McKennie yang menyamakan agregat. Semua seolah mengarah ke drama babak tambahan.
Dan di babak tambahan itulah bintang bersinar. Victor Osimhen. Striker Nigeria itu menunjukkan kualitasnya sebagai pemain mahal dengan gol penentu yang melambungkan Galatasaray. Mereka kini menanti pemenang duel Liverpool vs Tottenham.
PSG Lewati Rintangan Monaco
Lain lagi di Paris. PSG, sang juara bertahan, harus bekerja ekstra keras meladeni Monaco. Hasil imbang 2-2 di Parc des Princes cukup membawa mereka lolos dengan agregat 5-4. Monaco sempat memimpin lebih dulu, membuat nervositas melanda tribun.
Tapi PSG punya jawaban. Marquinhos dan Khvicha Kvaratskhelia berhasil membalikkan keadaan, menunjukkan kedalaman skuat mereka.
“Target kami memang menguasai permainan. Tapi yang tak kalah penting adalah tahu cara bangkit saat tertinggal. Itu yang kami tunjukkan malam ini,” komentar Desire Doue dari PSG, mengevaluasi pertandingan.
Dengan semua laga selesai, kini fokus beralih ke undian. Babak 16 besar akan diundi Jumat mendatang di Nyon, Swiss. Siapa lawan siapa? Kita tunggu saja.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Kemensos Latih Ratusan Guru Sekolah Rakyat Perkuat Manajemen dan Penyusunan SKP
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok dan Disandera Jelang Sidang Skripsi
Ratusan Warga Antarkan Alex Noerdin ke Peristirahatan Terakhir di Palembang
Remaja 16 Tahun di Jakut Tewaskan Kakak Kandung karena Barang Tak Dipindahkan dari Kamarnya