TVRINews, Jakarta
Program tiga juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto mendapat angin segar. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, secara tegas menyatakan dukungan penuhnya untuk merealisasikan program ambisius ini. Menurutnya, ini adalah langkah strategis yang bisa langsung menyentuh kesejahteraan rakyat.
Dalam rapat koordinasi di Kantor Kemendagri, Rabu (25/2/2026), Tito tak cuma bicara soal dukungan. Ia mendorong para kepala daerah untuk melihat ini sebagai peluang emas. "Ini sebenarnya membantu teman-teman kepala daerah juga," ujarnya.
"Karena kepala daerah, salah satu tugasnya ya mengangkat derajat, harkat martabat rakyat masing-masing," lanjut Tito.
Ia menekankan, program perumahan ini adalah kerja barengan. Pemerintah pusat dan daerah harus bahu-membahu. Tujuannya jelas: memastikan rakyat punya akses ke rumah dengan harga yang benar-benar terjangkau.
Nah, untuk mewujudkan harga murah itu, Kemendagri berkomitmen penuh. Salah satu caranya dengan kebijakan pembebasan retribusi. Kita bicara tentang Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
"Supaya harganya murah rumah-rumah ini. Pengembang menjual lebih murah dengan bebas ... PBG, BPHTB," jelas Tito.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi
Poco X8 Pro Series Terjual Lebih dari 30.000 Unit dalam 24 Jam di Indonesia
BMKG Prediksi El Nino Lemah hingga Moderat, Pemerintah Siapkan Antisipasi Kekeringan
Polri Tangkap Ki Bedil, Ahli Senpi Ilegal yang Beroperasi 20 Tahun