“Sebenarnya yang 6 itu efeknya paling kelihatan karena yang 5 ini parah banget pembajakannya, yang 6 juga parah banget,” jelas Cellos. Tapi dia masih berharap. “Cuman kita akan lihat nanti di sini setelah ini semoga efeknya semakin membaik, terus banyak orang yang jera juga.”
Dia menegaskan, pihaknya serius menangani ini. “Byon Combat Showbiz bersama Vidio bukan cuma ngomong doang, ini beneran dikejar. Sekarang kita lagi ada di Polda Metro Jaya,” lanjutnya.
Lalu, bagaimana hitungan kerugiannya bisa membengkak sampai puluhan miliar?
Cellos punya kalkulasinya sendiri. Dia menghitung berdasarkan jumlah penonton live TikTok si pembajak, lalu dikalikan harga pay-per-view resmi yang Rp50 ribu. “Total kerugian kalau dikali Rp50.000, misalkan yang nonton 20.000 saja sudah berapa tuh? Kalau yang nonton 20.000. Terus itu cuman satu akun, kalau satu akun ada yang 100.000, ada yang 200.000. 200.000 dikali Rp50.000 kalian kali aja sendiri, 400.000 kali Rp50.000,” paparnya panjang lebar.
Tapi menariknya, di balik angka kerugian yang besar, Cellos punya cara pandang lain. “Cuman itu saya bukan anggap itu kerugian ya, itu saya anggap adalah banyaknya orang yang masih belum teredukasi bahwa pentingnya kita tuh enggak ngeladenin pembajakan gitu,” tutupnya. Bagi dia, ini soal edukasi dan kesadaran.
Sebagai informasi, selain jadi konten kreator, Cellos juga menjabat sebagai CEO Byon Combat. Perjalanan hukum kasus pembajakan ini masih terus berlanjut. Kita tunggu saja perkembangannya.
Artikel Terkait
Kaesang Soroti Banyak Mantan Kader Partai Lain Pimpin Wilayah PSI
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Simeulue, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi
Poco X8 Pro Series Terjual Lebih dari 30.000 Unit dalam 24 Jam di Indonesia