Demikian penuturan Din kepada The Salt Lake Tribune pada Selasa pagi. Pernyataannya itu mengisyaratkan bahwa serangan ini mungkin bukan sekadar insiden acak.
Setelah pelaku kabur, Din segera menelepon 911. Operator darurat yang menerima panggilannya bertanya apakah dia sempat mencatat nomor plat mobil pelaku. Din mengaku tidak. Alih-alih menunggu, dengan kepala dingin dia memutuskan untuk mengejar sendiri mobil sang penembak. Tujuannya sederhana: mendapatkan nomor polisi kendaraan itu.
Namun begitu, pengejaran itu justru berakhir mencemaskan. Di tengah jalan, mobil pelaku tiba-tiba berhenti. Sang penembak lalu keluar dan kembali mengarahkan senjatanya. Kali ini, sekitar delapan kali tembakan dilepaskan ke arah mobil yang dikendarai Din.
Sampai saat ini, motif penembakan masih diselidiki. Komunitas setempat pun tentu merasa was-was. Sebuah serangan yang terencana di bulan penuh berkah, meninggalkan banyak tanda tanya.
Artikel Terkait
Ketua LPS Anggito Abimanyu Perkuat Jaminan Simpanan dan Waspadai Ancaman Siber
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal di Jakarta, Jenazah Akan Dibawa ke Palembang
Cek Kesehatan Gratis Banjarmasin Ungkap 17 Persen Siswa SMA Butuh Perhatian Kesehatan Jiwa
MK Tegaskan Pilkada Langsung sebagai Norma Demokrasi Lokal