Selasa kemarin (24/2) di Jakarta, beragam peristiwa terjadi. Dari peringatan soal tato hingga keributan seputar lapangan padel, ibukota memang tak pernah sepi dari cerita.
Nah, ini beberapa berita yang masih menarik untuk disimak ulang.
Hapus Tato Lebih Susah Ketimbang Pasang, Kata Baznas DKI
Badan Amil Zakat Nasional DKI punya peringatan keras buat anak muda yang kepikiran mau nato. Menurut mereka, proses menghapus tato jauh lebih rumit dan sulit dibandingkan saat memasangnya. Makanya, lebih baik dipikir panjang dulu.
Prof. Bunyamin, Wakil Ketua Baznas DKI, secara khusus mengimbau generasi muda. Jangan mudah tergoda, katanya. Soalnya, penyesalan selalu datang belakangan.
Larangan Pramono Soal Lapangan Padel di Perumahan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, keluarkan larangan. Lapangan padel tak boleh lagi dibangun di tengah kawasan permukiman warga. Alasannya sederhana: biar aktivitas warga sehari-hari nggak terusik.
Tapi aturan ini punya catatan. Larangan ini hanya berlaku untuk pembangunan lapangan baru. Yang sudah ada, tampaknya masih bisa bernafas lega.
Warga Kebayoran Lama Laporkan Pembangunan Padel ke Polisi
Di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, larangan gubernur seperti menemukan konteks nyatanya. Warga Jalan Kalimaya, Permata Hijau, gerah dengan pembangunan sebuah lapangan padel yang dianggap mengganggu ketenangan lingkungan.
Artikel Terkait
LPDP Tegaskan Larangan Keras Peserta PPDS Keluar Daerah Penempatan
Kapolri Listyo Sigit Bagikan Takjil Langsung ke Pengendara di Depan Mabes Polri
Warga AS Terlibat Kasus Pembunuhan dalam Koper di Bali Akhirnya Dideportasi
Kemensos Tegaskan Prosedur Adopsi Anak Tidak Rumit, Imbau Hindari Jalur Ilegal