Kejadian itu bermula dari sebuah penolakan biasa di SPBU Cipinang, Jakarta Timur. Seorang petugas menolak mengisi BBM subsidi untuk sebuah Toyota Vellfire hitam. Alasan penolakannya sederhana: nomor polisi mobil itu terlihat mencurigakan. Dan ternyata, kecurigaan itu benar. Pelat bernomor L-1-XD yang terpasang itu palsu, alias bodong.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, membenarkan hal ini. Ia menjelaskan bahwa pelat nomor tersebut sama sekali bukan peruntukan untuk mobil jenis Vellfire.
"Hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan," ujar Budi, Selasa (24/2/2026).
"Karena itulah, pengisian BBM subsidi tidak bisa dilakukan. Itu melanggar ketentuan."
Penolakan itu rupanya memicu amarah sang pengendara, seorang pria berinisial JMH. Alih-alih mengerti, ia malah melayangkan pukulan kepada petugas SPBU yang hanya menjalankan tugas. Aksi pemukulan itu kemudian viral, memicu kejaran polisi.
Bukan Aparat, Tapi Wiraswasta
Di sisi lain, beredar kabar bahwa pelaku mengaku-ngaku sebagai anggota kepolisian. Klaim ini pun langsung ditepis oleh Budi Hermanto. Dari hasil pemeriksaan mendasar, status JMH sudah jelas.
Artikel Terkait
Vonis Kasus Korupsi Minyak Rp 285 Triliun Dijadwalkan Kamis Depan
Program Makan Bergizi di Serang Berlanjut, Siswa Terima Paket Bahan Makanan untuk Buka Puasa
Dua Belas Tokoh Elite Daftar sebagai Amicus Curiae Dukung Enam Terdakwa Korupsi Minyak
Menteri Luar Negeri Lebanon Khawatir Infrastruktur Vital Jadi Sasaran Jika Ketegangan Israel-Iran Meledak