Lalu, bagaimana memajukan kebudayaan ke depan? Menteri menyebut kolaborasi adalah kuncinya. Pemerintah pusat dan daerah, kampus, mahasiswa, swasta, hingga masyarakat umum harus bergandengan tangan. Kebudayaan harus jadi penggerak ekonomi, alat diplomasi, sekaligus penjaga jati diri bangsa.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rektor UMSURA Mundakir memperkenalkan identitas baru kampusnya. Tagline ‘Home of Champions’ resmi menggantikan slogan lama, “Kampus Sejuta Inovasi”.
“Setiap proses di sini adalah untuk menjadi champion,” ujar Mundakir dengan semangat. “Baik itu atlet lari, panjat tebing, voli, hingga mahasiswa di bidang keilmuan lainnya, kita dorong untuk menjadi juara saat lulus nanti.”
Acara itu dihadiri oleh sejumlah pimpinan kampus, seperti Wakil Rektor I Muhammad Anas dan Ketua LPI Mungkaiyat Al-Amin. Dari Jawa Timur, hadir Ketua LHKP PWM Jai Mirdasih. Mereka semua menyambut hangat kunjungan kerja menteri ini.
Dari pihak Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon didampingi beberapa stafnya. Di antaranya Staf Khusus Bidang Protokoler Rachmanda Primayuda, Direktur Sejarah Agus Mulyana, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan setempat, Endah Budi Heryani.
Kunjungan ini pun disambut sebagai momentum strategis. UMSURA menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah. Tujuannya jelas: membangun karakter bangsa lewat pendidikan dan mewujudkan visi kebudayaan Indonesia yang lebih baik di masa depan. Kolaborasi semacam inilah yang dinanti.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Signifikan, Tembus Rp3 Juta per Gram
Trump Usulkan Tol Bersama di Selat Hormuz dalam Rencana Perundingan dengan Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 15% Usai Keputusan Trump Soal Iran
Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Dapur Gizi Bermasalah dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran