MURIANETWORK.COM - Pergerakan kapal induk kedua Amerika Serikat menuju kawasan Timur Tengah telah dikonfirmasi, di tengah ketegangan yang terus memanas antara Washington dan Tehran. USS Gerald R Ford, kapal perang terbesar di dunia, terpantau bergerak mendekati Laut Mediterania, menyusul kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan dekat Iran. Pengerahan militer skala besar ini terjadi bertepatan dengan perundingan putaran kedua antara pejabat kedua negara di Swiss dan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut dunia akan tahu dalam 10 hari ke depan apakah kesepakatan damai tercapai atau jalan militer yang ditempuh.
Pemantauan Pergerakan Dua Raksasa Laut
Analisis terhadap data pelacakan publik mengungkap detail pergerakan USS Gerald R Ford. Pada Rabu (18/02), kapal berteknologi canggih itu secara tidak biasa mengaktifkan sistem identifikasi otomatis (AIS) selama 48 menit di Samudra Atlantik. Sinyal yang dipancarkan menempatkannya di lepas pantai Maroko, sedang berlayar menuju Laut Mediterania. Kejadian ini merupakan aktivasi AIS pertama kapal tersebut pada tahun 2026, sebuah langkah yang menarik perhatian para pengamat militer.
Pergerakan ini terjadi setelah sebelumnya, melalui citra satelit, BBC Verify mengidentifikasi kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln. Kapal tersebut terlihat pada Sabtu (14/02) berada di Laut Arab, sekitar 700 kilometer dari pesisir Iran. Kehadiran dua dari sebelas kapal induk AS ini menandai eskalasi militer yang signifikan di kawasan yang sudah lama bergolak.
Gugus Tempur dan Pengerahan Kekuatan Udara
Kedua kapal induk tersebut bukanlah unit yang beroperasi sendirian. Masing-masing memimpin sebuah gugus tempur yang terdiri dari sejumlah kapal perusak bersenjata rudal kendali. Setiap kapal induk dioperasikan oleh lebih dari 5.600 personel dan membawa puluhan pesawat tempur. Secara total, setidaknya 12 kapal perang AS telah dilacak berada di berbagai titik strategis Timur Tengah, mulai dari Laut Arab, Teluk Persia, hingga Laut Mediterania dan Laut Merah.
Pengerahan kekuatan juga terlihat jelas di udara. Terjadi peningkatan pergerakan pesawat-pesawat tempur mutakhir AS seperti jet siluman F-35 dan F-22 menuju pangkalan udara di Eropa dan Timur Tengah. Mereka didukung oleh armada pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara serta pesawat komando dan pengawasan E-3 Sentry, yang dirancang untuk mengoordinasikan operasi militer skala besar.
Artikel Terkait
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam