ASPIRASIKU – Sebuah wilayah kecil yang dibombardir, namun tetap bertahan, seperti itulah kondisi Gaza saat ini.
Kondisi Gaza saat ini disaksikan oleh netizen di seluruh dunia sebagai sebuah tragedi genosida tanpa henti selama tiga bulan terakhir.
Kondisi Gaza saat ini sebagaimana kisah pilu yang ditayangkan, menyisakan kenangan tentang orang-orang yang dicintai.
Baca Juga: UMK Kabupaten Semarang 2024 Naik Resmi di 1 Januari, THR 2024 Juga Bakal Naik, Segini Besarannya
Seperti kisah jurnalis Al Jazeera, Abubaker Abed yang telah kehilangan seorang sahabat yang dicintainya dalam sekejap.
Dia bercerita bahwa pekan lalu, serangan udara Israel meratakan sebuah rumah di daerah Deir el-Balah, sebuah pusat kota di Gaza.
Itu adalah rumah milik keluarga Mattar, keluarga sahabatnya yang bernama Al-Hassan. Ia merupakan mahasiswa sastra Inggris berusia 21 tahun yang terbunuh dalam tragedi itu.
Artikel Terkait
Rapat Rahasia di Doha: Kepingan Rencana Transisi Venezuela Tanpa Maduro
Iran Siaga Penuh, Israel Kirim Pesan Rahasia: Ketegangan yang Tak Kunjung Reda
Pesan Rahasia Trump ke CEO Minyak: Bersiaplah Sebelum Serangan ke Venezuela
Siulan Maut di Malam Venezuela: Kisah Prajurit yang Terpental oleh Ledakan