Dukungan dari Mitra Strategis
Dukungan terhadap upaya stabilisasi ini juga datang dari mitra strategis Bulog. Perumda Pasar Jaya, misalnya, telah memastikan ketersediaan stok di tingkat kulakan dan rutin menggelar bazar serta pasar murah di berbagai lokasi.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, memberikan rincian lebih lanjut. “Selain itu, menjelang HBKN Idul Fitri 2026 kami juga menggelar bazar cabai rawit merah dan cabai merah keriting di gerai-gerai Pasar Jaya, termasuk di wilayah Kepulauan Seribu, untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” ungkapnya.
Monitoring Ketat dan Respons Cepat
Di sisi lain, aparat pemerintah daerah juga mengerahkan mekanisme pengawasan yang ketat. Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa pengendalian inflasi dilakukan melalui pemantauan intensif harga dan stok bahan pokok, serta pengawasan distribusi Minyakita dan LPG 3 kg.
“Monitoring harga bahan pokok kami lakukan secara rutin melalui sistem SP2KP dan IPJ, baik di pasar rakyat maupun ritel modern. Untuk MinyaKita, kami menggandeng BULOG dan stakeholder terkait agar penyaluran langsung kepada pedagang di pasar prioritas berjalan optimal sehingga harga tetap sesuai HET,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif ini, diharapkan stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga. Tujuannya, agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa dibebani kekhawatiran atas ketersediaan kebutuhan pokok.
Artikel Terkait
Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Hiatus, Grup Lanjut Promosi dengan Tujuh Anggota
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi