DPR Desak Perbaikan Sekolah Pascabencana di Sumatera Tuntas Sebelum Lebaran

- Jumat, 20 Februari 2026 | 16:05 WIB
DPR Desak Perbaikan Sekolah Pascabencana di Sumatera Tuntas Sebelum Lebaran

Sudah berbulan-bulan berlalu, tapi suasana di sejumlah sekolah di Sumatera masih jauh dari kata normal. Ruang kelas mereka? Masih berupa tenda-tenda darurat, sisa-sisa dari bencana yang lalu. Kondisi ini tentu saja mengganggu. Anak-anak berusaha menyerap pelajaran, sementara di luar, pemandangan masih mengingatkan pada kehancuran.

Menyikapi hal ini, Komisi X DPR mendesak agar perbaikan total fasilitas pendidikan bisa diselesaikan sebelum Lebaran tiba. Targetnya jelas: agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan dengan layak, tanpa hambatan berarti.

Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian, menyampaikan hal tersebut usai rapat koordinasi di Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu.

"Di rapat terakhir dengan para menteri dan satgas, kami sudah minta dengan tegas. Proses rehab dan revitalisasi, khususnya sarana prasarana sekolah, harus tuntas sebelum Lebaran. Itu permintaan kami. Dan Kemendikbudristek sendiri sudah menyatakan kesiapannya,"

Namun begitu, Lalu tak menampik bahwa jalan menuju pemulihan total tak semulus di atas kertas. Implementasi di lapangan seringkali berantakan, tidak sesuai dengan rencana yang sudah disusun rapi di meja rapat.

"Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah bergerak bersama untuk mensukseskan ini. Maaf, yang sering terjadi kan gini: perencanaannya sudah bagus, eh di lapangan malah melenceng. Tapi apapun kendalanya, kami minta ini segera dituntaskan. Minimal sebelum Lebaran, khusus untuk bidang pendidikan, sudah beres. Supaya proses belajar anak-anak kita tidak terus-terusan terganggu,"

Kendala nyata pun bermunculan. Cuaca, misalnya. Hujan yang turun terus-menerus kerap mempersulit pekerjaan perbaikan. Tapi, tekadnya sudah bulat. Semua pihak sepakat, batas waktu sebelum Lebaran itu harus dipatuhi. Tenda-tenda sekolah itu, diharapkan, segera menjadi kenangan pahit yang tergantikan oleh bangunan permanen.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar