"Pernyataan yang begitu agresif oleh Presiden Amerika Serikat...menandakan risiko nyata agresi militer," tulis Iravani dalam suratnya.
Ia memperingatkan, konsekuensinya bisa membawa malapetaka bagi kawasan. Bahkan, ini disebut sebagai ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Karena itu, Iran mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bertindak. Iravani menyerukan agar badan tertinggi itu memastikan Amerika Serikat segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan yang dinilai melanggar hukum.
Namun begitu, di tengah ketegangan ini, surat tersebut juga menyisipkan nada diplomatik. Ditegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada solusi damai lewat jalur diplomasi. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk mengatasi ambiguitas terkait program nuklir damai mereka, tentu saja, atas dasar timbal balik.
Artikel Terkait
Wagub Kepri Perintahkan Rehabilitasi Total Waduk Sei Jago yang Rusak Parah
Transaksi SPKLU di Sulselrabar Melonjak 208% Saat Mudik Lebaran
Wamendagri Apresiasi Capaian Ekonomi Kepri, Soroti Perlu Optimalisasi Belanja Daerah
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan