ART di Bogor Dilaporkan Dianiaya Majikan, Polisi Dalami Dugaan KDRT

- Kamis, 19 Februari 2026 | 17:50 WIB
ART di Bogor Dilaporkan Dianiaya Majikan, Polisi Dalami Dugaan KDRT

MURIANETWORK.COM - Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial FH (21) menjadi korban dugaan penganiayaan oleh majikannya, OAP (37), di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Peristiwa yang terjadi pada 22 Januari 2026 ini telah dilaporkan ke Polres Bogor, dan pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus tersebut. Korban dikabarkan mengalami sejumlah luka fisik akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan di dalam rumah tempatnya bekerja.

Kronologi dan Laporan ke Polisi

Menurut keterangan resmi dari Kepala Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, penganiayaan tersebut terjadi pada 22 Januari. Baru sehari setelahnya, tepatnya pada 23 Januari 2026, korban yang didampingi penasihat hukumnya mendatangi Polres Bogor untuk membuat laporan resmi.

“Bahwasanya korban atau yang di sini adalah juga pelapor yaitu saudari FH (21) mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh majikannya pada tanggal 22 Januari 2026,” jelas Silfi saat dikonfirmasi pada Kamis (19/2/2026).

“Dari peristiwa tersebut pada tanggal 23 Januari 2026 saudari FH atau korban di sini didampingi dengan penasehat hukumnya melakukan pelaporan di Pores Bogor,” lanjutnya.

Modus dan Kondisi Korban

Dari hasil penyelidikan sementara, dugaan kekerasan yang dialami korban cukup beragam. Pelaku, yang merupakan majikan korban, diduga melakukan serangan fisik dengan menendang, mencubit, dan memukul. Akibatnya, FH mengalami beberapa luka yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan medis.

“Pelaku ini melakukan kekerasan fisik terhadap pelapor atau korban, yang mana korban di sini adalah asisten rumah tangga di rumah pelaku dengan cara antara lain ditendang, dicubit dan juga dipukul,” tutur Silfi memaparkan modus kejadian.

“Kalau untuk luka yang kemarin sudah divisum itu ada di bagian kepala, ada di bagian telinga, tangan dan juga punggung korban,” ungkapnya merinci kondisi cedera yang diderita korban.

Langkah Penyidikan Berjalan

Hingga saat ini, proses hukum untuk mengungkap kasus ini terus berlanjut. Tim penyidik telah melakukan serangkaian prosedur standar untuk mengumpulkan bukti dan keterangan. Upaya ini mencakup pemeriksaan terhadap tempat kejadian perkara serta memeriksa pihak yang dilaporkan sebagai pelaku.

“Kami juga sudah melakukan cek TKP, mengajukan sita, serta melakukan pemeriksaan dokter ahli dan juga sudah melakukan panggilan sebagai saksi terlapor terhadap saudari OAP, yang mana disini dilaporkan sebagai pelaku,” kata Silfi mengenai perkembangan penyelidikan.

Kasus ini masih dalam tahap penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang, sementara masyarakat menanti kejelasan proses hukum yang transparan dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar