Hari pertama puasa di Jakarta, seperti diduga, diwarnai kemacetan. Beberapa ruas jalan utama sudah mulai padat merayap jauh sebelum adzan magrib berkumandang. Salah satu titik yang langsung ramai adalah kawasan Bendungan Hilir, atau yang lebih dikenal sebagai Benhil.
Informasi ini dibenarkan oleh akun X TMC Polda Metro Jaya. Mereka melaporkan, anggota Satlantas Jakarta Pusat sudah diterjunkan untuk mengatur lalu lintas di Pasar Benhil sejak pukul 16.07 WIB.
“Situasi lalu lintas saat ini ramai lancar,” tulis akun tersebut, Kamis (19/2/2026). Mereka menyebut pengaturan ini untuk mengantisipasi kepadatan warga yang berburu takjil.
Nah, selain Benhil, titik lain yang juga mulai sesak adalah Traffic Light Santa, Jakarta Selatan. Menurut data TMC Polda per pukul 16.53 WIB, arus kendaraan di sana sudah mengental. Motor dan mobil berhimpitan pelan-pelan menuju waktu berbuka.
Kalau buka aplikasi peta, warna merah terpampang jelas di beberapa lokasi. Jalan Gatot Subroto dari arah Pancoran, misalnya. Kepadatannya mengular cukup jauh, merambat ke arah Kuningan. Lalu ada juga Jalan Raya Casablanca yang kondisi lalu lintasnya sama: padat. Antrean kendaraan terbaca mengular hingga ke Tebet, baru agak melandai saat mendekati kawasan Mal Basura.
Jangan lupakan Cilandak dan Blok M. Dua kawasan di Jakarta Selatan itu juga terpantau merah di peta digital sekitar pukul 17.08 WIB. Sementara di Jakarta Pusat, kawasan Sudirman pun tak luput dari kemacetan sore ini. Titik macetnya terpantau mulai dari area sekitar Sampoerna Strategic, tepatnya di Jalan Prof Dr. Satrio.
Ramadan dan Pergeseran “Jadwal” Macet Ibukota
Menariknya, pola kemacetan ini ternyata mengalami pergeseran selama bulan Ramadan. Polda Metro Jaya mengungkap, jam sibuk pagi dan sore bergeser karena penyesuaian jam kerja. Waktu masuk kantor yang lebih siang dan pulang lebih cepat jelas berdampak.
Kompol Robby Hefados dari Ditlantas Polda Metro Jaya membeberkan prediksinya. Di pagi hari, kemacetan cenderung mundur. Ia menyebut kemungkinan puncaknya terjadi antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
“Tentunya, dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan WFA, termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang, sehingga kemungkinan pergerakan masyarakat lalu lintas itu mungkin kalau di pagi hari antara jam 9 sampai dengan 10,” jelas Robby kepada wartawan, Rabu (18/2).
Lalu bagaimana dengan sore hari? Polanya justru bergeser lebih awal. Menurut Robby, banyak orang ingin cepat pulang untuk berbuka bersama keluarga. Akibatnya, peningkatan volume kendaraan sudah bisa terasa mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.
“Kemungkinan besar di jam 2 maupun jam 3 sore sudah mengalami peningkatan kendaraan yang mengarah ke Bekasi maupun ke daerah selatan,” ujarnya.
Jadi, bagi warga Jakarta, bersiaplah dengan “jadwal” macet yang baru ini selama sebulan ke depan. Ritme kota memang berubah saat Ramadan tiba.
Artikel Terkait
Mantan Dirut Pertamina Patra Niaga Bela Diri di Sidang Korupsi Rp 285 T dengan Sorot Laba dan Dividen
Jakcloth Lebaran Fair 2026 Hadirkan Opick hingga Aldy Taher di Senayan
Kejagung Geledah 16 Lokasi, Sita Mobil Mewah dalam Kasus Korupsi Ekspor Limbah Sawit Rp14 Triliun
Monas Tetap Buka Saat Ramadan dengan Penyesuaian Jam Operasional