Klaim Kemampuan dan Peringatan
Tanpa menyebut nama negara tertentu sebagai musuh, pemimpin Korea Utara itu menegaskan bahwa sistem roket baru ini berfungsi sebagai penangkal. Pernyataannya menggunakan terminologi yang sering dikaitkan dengan doktrin penggunaan senjata nuklir, menambah bobot ancaman yang tersirat. Kim tampak sangat antusias menilai temuan terbaru para insinyur militernya.
"Ini benar-benar senjata yang luar biasa dan menarik," tuturnya lebih lanjut.
Dia juga menambahkan bahwa daya hancur dan nilai militer dari sistem peluncur tersebut sudah jelas dan tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Pernyataan-pernyataan ini disampaikan di hadapan barisan kendaraan tempur yang mengesankan, menciptakan narasi kekuatan yang utuh.
Analisis dari berbagai pengamat pertahanan internasional seringkali memandang gelagat seperti ini sebagai bagian dari strategi komunikasi politik Korea Utara. Pameran teknologi militer tepat sebelum kongres partai tidak hanya dimaksudkan untuk konsumsi domestik, tetapi juga sebagai pesan kepada dunia internasional mengenai kemajuan program persenjataannya. Dengan kongres Partai Buruh Korea yang akan segera dimulai, semua mata kini tertuju pada pidato Kim Jong Un yang diyakini akan merinci arah kebijakan pertahanan dan nuklir negara itu di fase berikutnya.
Artikel Terkait
Utang Pinjaman Online Tembus Rp100,69 Triliun, OJK Waspadai Kenaikan Tunggakan
JK Laporkan Empat Akun YouTube ke Bareskrim atas Tuduhan Makar dan Hoaks
Sopir Taksi Online Positif Sabu Diduga Picu Pelecehan Penumpang
AS Batasi Citra Satelit Kawasan Konflik, Akses Verifikasi Independen Terhambat