MURIANETWORK.COM - Korea Utara memamerkan sistem peluncur roket berukuran besar yang diklaim memiliki kemampuan nuklir. Pameran kekuatan militer ini digelar di Pyongyang pada Rabu (18/2), tepat menjelang pembukaan kongres Partai Buruh Korea yang penting. Pemimpin Kim Jong Un secara langsung memimpin upacara pengungkapan senjata tersebut dan menyampaikan pernyataan tegas mengenai kemampuannya.
Pameran Kekuatan Jelang Kongres Penting
Rangkaian kendaraan peluncur roket berkaliber 600 mm itu dipajang dengan rapi di plaza Gedung Kebudayaan Pyongyang, lokasi yang akan digunakan untuk penyelenggaraan kongres partai. Momen ini menarik perhatian luas, mengingat kongres lima tahunan tersebut merupakan agenda politik puncak di negara itu. Kehadiran sistem persenjataan baru ini seolah menjadi "hadiah" simbolis bagi perhelatan akbar tersebut dari para pekerja industri pertahanan.
Dalam pidatonya, Kim Jong Un memberikan penekanan khusus pada fungsi strategis persenjataan tersebut. Dia menyatakan bahwa sistem ini dirancang untuk misi-misi khusus.
"Ketika senjata ini benar-benar digunakan, tidak ada kekuatan yang dapat mengharapkan perlindungan Tuhan," ujarnya dengan tegas, seperti dilaporkan kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), Kamis (19/2).
Klaim Kemampuan dan Peringatan
Tanpa menyebut nama negara tertentu sebagai musuh, pemimpin Korea Utara itu menegaskan bahwa sistem roket baru ini berfungsi sebagai penangkal. Pernyataannya menggunakan terminologi yang sering dikaitkan dengan doktrin penggunaan senjata nuklir, menambah bobot ancaman yang tersirat. Kim tampak sangat antusias menilai temuan terbaru para insinyur militernya.
"Ini benar-benar senjata yang luar biasa dan menarik," tuturnya lebih lanjut.
Dia juga menambahkan bahwa daya hancur dan nilai militer dari sistem peluncur tersebut sudah jelas dan tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Pernyataan-pernyataan ini disampaikan di hadapan barisan kendaraan tempur yang mengesankan, menciptakan narasi kekuatan yang utuh.
Analisis dari berbagai pengamat pertahanan internasional seringkali memandang gelagat seperti ini sebagai bagian dari strategi komunikasi politik Korea Utara. Pameran teknologi militer tepat sebelum kongres partai tidak hanya dimaksudkan untuk konsumsi domestik, tetapi juga sebagai pesan kepada dunia internasional mengenai kemajuan program persenjataannya. Dengan kongres Partai Buruh Korea yang akan segera dimulai, semua mata kini tertuju pada pidato Kim Jong Un yang diyakini akan merinci arah kebijakan pertahanan dan nuklir negara itu di fase berikutnya.
Artikel Terkait
DPRD DKI Dorong Evaluasi Jam Operasional Lapangan Padel Usai Keluhan Kebisingan Warga
Potongan 14% Biaya Servis Honda Matic di Jakarta-Tangerang Hingga 20 Februari
Gubernur DKI Panggil Pengelola Padel Usai Keluhan Kebisingan Warga
Polisi Periksa 40 Saksi untuk Ungkap Pembunuhan Gajah Sumatera di Riau