"Karena seorang pemimpin politik Amerika pernah mengajari saya, dia berkata, 'Prabowo, jangan pernah berhenti berkampanye.' Jadi meskipun baru saja terpilih dan dia mengatakan ini beberapa minggu setelah saya terpilih dia berpesan, jangan pernah berhenti berkampanye. Jadi inilah saya," imbuhnya.
Nasihat untuk terus 'berkampanye' itu ia terjemahkan secara pragmatis, sekaligus tetap dengan sentuhan humor. Prabowo berharap pertemuan tersebut bisa memberinya beberapa pendukung baru, meski dalam jumlah yang ia sebut dengan nada bercanda.
"Siapa tahu saya akan mendapatkan tiga atau empat tambahan pendukung dari pertemuan ini," katanya sambil berseloroh.
Pesan Diplomasi di Balik Kelakar
Meski disampaikan dengan gaya yang cair, pidato tersebut mengandung pesan politik luar negeri yang serius dan jelas. Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan dengan Amerika Serikat. Ia menyoroti peran penting AS di kawasan Asia Tenggara, sebuah persepsi yang telah mengakar lama di benak banyak negara.
"Selama bertahun-tahun, suka atau tidak, orang-orang di Asia Tenggara selalu menganggap Amerika Serikat sebagai teman yang kuat dan, katakanlah, pemimpin dari dunia bebas," pungkas Prabowo.
Pernyataan penutup ini menjadi penegas bahwa di balik interaksi yang penuh keakraban, forum tersebut memiliki tujuan strategis. Acara yang mempertemukan pimpinan pemerintahan dan pelaku usaha dari kedua negara itu secara keseluruhan berfokus pada upaya konkret memperdalam kerja sama ekonomi dan jalur diplomasi, membangun fondasi hubungan yang lebih kokoh untuk tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Hyundai Perkuat Kemitraan dengan FIFA, Tunjuk Son Heung-min dan Robot Boston Dynamics untuk Piala Dunia 2026
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta