MURIANETWORK.COM - Kepadatan lalu lintas kembali melanda kawasan interchange Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis pagi (19/2/2026). Kondisi macet terutama dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang merambat dari Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Tol Jagorawi menuju pusat kota. Laporan kondisi lalu lintas ini disampaikan oleh operator jalan tol berdasarkan pemantauan di lapangan.
Pusat Pertemuan Empat Ruas Tol
Interchange Cawang memang dikenal sebagai titik rawan kemacetan. Lokasi ini berfungsi sebagai simpul pertemuan dari empat ruas tol sekaligus, sehingga rentan terhadap penumpukan kendaraan. Pada pagi itu, arus dari Tol Japek arah Jakarta mulai mengalami perlambatan signifikan sejak kawasan Halim Perdanakusuma dan berlanjut hingga ke Cawang.
Kondisi serupa juga terpantau dari arah Tol Jagorawi. Meski lalu lintas dari Cawang menuju Bogor dilaporkan lancar, antrean kendaraan justru terbentuk dari arah Kali Cipinang menuju ke simpul tersebut.
"Halim - Cawang PADAT, kepadatan volume lalin," jelas pihak operator melalui sebuah laporan di media sosial, Kamis pagi.
Dampak pada Tol Dalam Kota
Kepadatan di interchange Cawang kemudian berimbas pada ruas Tol Dalam Kota (Dalkot). Arus kendaraan yang sudah padat sejak dari Cawang terus merambat ke beberapa titik vital ibukota. Laporan terpisah menunjukkan kondisi padat terjadi di ruas Cawang menuju Pancoran, serta dari Kuningan ke Semanggi.
"09.36 WIB Tol_DalamKota Cawang - Pancoran PADAT, kepadatan volume lalin. Kuningan - Semanggi PADAT, kepadatan volume lalin," ungkap laporan berikutnya.
Meski upaya pengaturan lalu lintas seperti contraflow di ruas Halim hingga Senayan telah dicabut, beban kendaraan tetap tinggi. Kemacetan juga tercatat di titik lain, seperti ruas Kapuk-Pluit dan Tomang-Senayan, yang semakin menggambarkan tingginya tekanan lalu lintas pagi itu di berbagai penjuru Jakarta.
"09.40 WIB Tol_Jagorawi Cawang - TMII - Cibubur - Bogor - Ciawi LANCAR. ; Kali Cipinang - Cawang PADAT, kepadatan volume lalin," tambahnya, mengonfirmasi bahwa kepadatan sangat bersifat lokal dan bergantung pada arah tujuan.
Artikel Terkait
Kolang-kaling Jadi Primadona Musiman di Pasar Induk Kramat Jati Saat Ramadhan
Kemenimipas Tegaskan Informasi CPNS 2026 di Threads Adalah Hoaks
Wamendagri Apresiasi Respons Cepat Papua Selatan Tangani Pengungsi Pasca-Penembakan Pilot
Thariq Halilintar Bantah Isu Aurel Dikucilkan, Ungkap Video Lengkap Acara Keluarga