China Wajibkan Tombol Fisik untuk Fungsi Penting Mobil Mulai 2027

- Kamis, 19 Februari 2026 | 09:30 WIB
China Wajibkan Tombol Fisik untuk Fungsi Penting Mobil Mulai 2027

2. Keselamatan & Darurat:

  • Wiper kaca depan dan defogger.
  • Power window.
  • Sistem panggilan darurat untuk anak atau kecelakaan (AECS).
  • Sakelar pemutus daya untuk mobil listrik.

Tak cuma daftar fungsinya, aturan teknisnya juga detail. Tombol fisik itu harus punya area tekan minimal 10x10 mm, bisa dioperasikan tanpa melihat (blind operation), dan memberikan umpan balik, entah lewat rasa atau suara. Yang paling krusial, fungsi dasarnya harus tetap bisa dipakai meski sistem infotainment macet atau daya listrik mobil bermasalah.

Hasil Kolaborasi dengan Industri

Proses revisi ini ternyata sudah berjalan sejak 2023. Dan yang menarik, penyusunannya melibatkan banyak nama besar. Mulai dari pusat riset otomotif China, hingga raksasa seperti Geely, FAW-Volkswagen, BYD, dan Great Wall Motor.

Ini menunjukkan bahwa kebijakan ini bukan sekadar keputusan sepihak pemerintah. Lebih mirip kesepakatan bersama di industri bahwa tren digitalisasi interior sudah kebablasan dan mengorbankan aspek fungsional dan keselamatan.

Dampaknya? Desain Ulang Massal.

Kalau aturan ini benar diberlakukan pada 2027, konsekuensinya jelas. Produsen mobil, terutama pemain kendaraan listrik, harus mendesain ulang interior model-model baru mereka. Strategi "full screen, zero button" kemungkinan besar akan ditinggalkan.

Ke depannya, kunci utamanya adalah keseimbangan. Inovasi digital tetap penting, tapi ergonomi dan keselamatan pengemudi tidak bisa dikorbankan. Mungkin kita akan melihat era baru di mana tombol fisik yang esensial kembali hadir, berdampingan dengan layar yang cerdas.

(UDA)

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar