"Selain itu, semua pihak perlu memastikan kelancaran distribusi logistik," tegas Danang dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
"Seluruh pemangku kepentingan (Kementerian/Lembaga) wajib memberikan pelayanan prima demi menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik," lanjutnya.
Hindari Persiapan "Kebut Semalam"
Pengalaman arus mudik tahun-tahun sebelumnya, yang kerap diwarnai kemacetan panjang dan berbagai kendala teknis, menjadi pelajaran berharga. Danang mengingatkan agar persiapan infrastruktur dan moda transportasi tidak lagi dilakukan secara mendadak atau bersifat "kebut semalam".
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan harus direncanakan secara matang, terukur, dan jauh-jauh hari. Pendekatan yang sistematis ini dinilainya sebagai kunci untuk meminimalkan risiko di lapangan.
"Perencanaan yang baik akan meminimalkan risiko kemacetan, kecelakaan, hingga gangguan cuaca. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam melayani rakyat," ujarnya.
Seruan ini pada dasarnya merupakan upaya untuk mengingatkan semua pihak agar belajar dari pengalaman. Dengan waktu persiapan yang masih cukup panjang, diharapkan seluruh rencana dapat dieksekusi dengan lebih baik, sehingga hak masyarakat untuk bermudik dengan nyaman dan aman dapat terpenuhi.
Artikel Terkait
Platform X Siapkan Fitur Auto-Lock untuk Cegah Penipuan Kripto
Polisi Buru Preman Diduga Aniaya Tuan Hajatan hingga Tewas di Purwakarta
Libur Panjang Paskah, 73 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah, Analis Soroti Peluang Obligasi dan Saham Domestik