“Larangan ini adalah masalah serius bagi kami,” katanya, dengan nada yang jelas terdengar sedih. “Karena jiwa kami terikat pada Al-Aqsa. Al-Aqsa adalah hidup kami.”
Di sisi lain, laporan dari Anadolu Agency mengonfirmasi penahanan singkat yang dialami Sheikh Abbasi. Otoritas Israel menahannya sebelum kemudian melarangnya memasuki kompleks masjid selama tujuh hari. Yang menarik, langkah ini terjadi hanya beberapa hari sebelum bulan suci Ramadan dimulai. Situasinya memang sedang tidak stabil.
Pemerintah Provinsi Yerusalem sendiri mengeluarkan pernyataan resmi. Isinya menyebutkan bahwa sang syekh ditahan oleh pasukan Israel dan langsung dikenai larangan masuk. Namun begitu, pernyataan itu sama sekali tidak mencantumkan alasan yang jelas. Semuanya terjadi dalam situasi yang mencekam, di tengah eskalasi ketegangan Israel yang terus merambat di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Serahkan Bantuan Rp 236,9 Miliar dan Tegaskan Penanganan Banjir Harus Komprehensif
Istri Anggota Polda Banten Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara atas Kasus Penipuan Rp500 Juta
Lima Wisatawan Terluka Usai Kecelakaan Banana Boat di Pantai Harapan Ammani
Southampton Hadapi Arsenal di Perempat Final Piala FA dengan Catatan 14 Laga Tak Terkalahkan