Libur Natal dan Tahun Baru selalu jadi momen ramai di bandara. Kali ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah bersiap menyambut gelombang penumpang. Menariknya, untuk periode libur akhir 2025 dan awal 2026, rute favorit yang paling banyak dipesan ternyata adalah Denpasar (Bali) dan Singapura.
Heru Karyadi, General Manager Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, membenarkan hal itu. Menurutnya, dua destinasi itu memang jadi primadona, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
"Dalam periode kali ini ada tiga top destinasi berdasarkan masa Natal dan Tahun Baru. Pertama adalah untuk yang penerbangan domestik yaitu Denpasar,"
Ujarnya, Senin (18/12/2025).
Selain Denpasar, rute domestik lain yang dipadati penumpang adalah tujuan Kualanamu (Padang) dan Ujung Pandang (Makassar). Lalu bagaimana dengan rute luar negeri? Ternyata, selain Singapura, destinasi seperti Kuala Lumpur di Malaysia dan Jeddah di Arab Saudi juga termasuk yang terpadat.
"Kita catat untuk penerbangan tiga top yaitu Denpasar, Kualanamu, dan Ujung Pandang. Untuk penerbangan internasional yaitu Singapura, Kuala Lumpur, dan Jeddah,"
ungkap Heru lagi.
Puncak keramaian diprediksi bakal terjadi pada 21 Desember 2025. Saat itu, bandara diperkirakan melayani 1.146 penerbangan dengan jumlah penumpang mencapai 194.269 orang. Angka ini tak main-main, lho. Dibandingkan Natal tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sekitar 1,6 persen sebuah tren positif yang cukup menggembirakan.
Nah, kalau puncak arus Tahun Baru diperkirakan jatuh seminggu kemudian, tepatnya pada Minggu, 28 Desember. Penerbangan yang dilayani sekitar 1.141 flight, naik 5,9 persen dari tahun lalu.
Lalu kapan puncak arus balik? Rupanya, tanggal 4 Januari 2026 akan jadi hari tersibuk untuk perjalanan pulang. Diprediksi ada 1.144 penerbangan dengan penumpang mencapai 184.908 orang. Yang mencengangkan, angka penumpangnya melonjak tajam hingga 15,5 persen!
Menyikapi lonjakan ini, pihak bandara tentu tak tinggal diam. Berbagai upaya kesiapan telah dilakukan bersama para pemangku kepentingan. Fokusnya pada pemaksimalan layanan dan tentu saja, keamanan.
Untuk yang terakhir, ada penambahan personel gabungan yang cukup signifikan. Tercatat 11.573 personel dari TNI, Polri, Avsec, dan instansi terkait lainnya akan disiagakan. Jumlah itu meningkat sekitar 4,6 persen atau setara 160 orang per shift.
"Untuk personil yang kami siagakan saat ini meningkat 4,6 persen atau menambah sekitar 160 orang per shift. Jadi total ada 11.573 personel,"
pungkas Heru Karyadi.
Artikel Terkait
Hakim Tegur Keras Terdakwa Korupsi LNG Pertamina yang Sebut Vonis ‘Keputusan Jahat’
DPR Minta Rencana Pusat Keuangan Internasional di KEK Kura Kura Bali Dikaji Mendalam
Sopir Ekspedisi Siram Air Kerbau ke Sembilan Pekerja Konveksi di Tasikmalaya, Enam Luka Berat
Jembatan dan Musala Ambruk di Bogor Akibat Arus Sungai yang Meluap