Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman, Azman Latif, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. "Jadi kami mengikuti Muhammadiyah yang menganut KHGT, Kalender Hijriah Global Tunggal, artinya satu hari itu satu tanggal. Tidak kemudian di sini sudah 1 Ramadhan, di sana 1 Ramadannya masih besok," ujarnya.
Azman kemudian memaparkan pertimbangan ilmiah yang mendasari penetapan itu. "Nah, puasa tahun ini masuknya itu memang sudah memenuhi syarat karena sudah muncul hilal di Amerika, di Alaska dan hilal itu sudah bisa memenuhi syarat untuk bisa dilihat karena sudah memenuhi 5 derajat hilal dan 8 derajat elongasi," jelasnya lebih lanjut.
Persiapan yang Matang Sejak Jauh Hari
Kepastian jadwal yang diperoleh dari Muhammadiyah ini memberikan keleluasaan bagi takmir untuk mempersiapkan ibadah Ramadan dengan lebih matang. Azman menuturkan bahwa informasi tersebut telah digunakan sejak jauh hari untuk menyusun jadwal imam salat tarawih secara lengkap selama sebulan penuh. Persiapan yang terencana ini memungkinkan pelaksanaan ibadah di masjid bersejarah tersebut berjalan dengan tertib dan lancar, menghormati tradisi sekaligus mengedepankan keilmuan dalam penentuan waktu.
Artikel Terkait
AS Gelar Operasi Penyelamatan Usai Pesawat Tempur Jatuh di Iran, Teheran Klaim Tembak Jatuh
Taman Ragunan Ramai Dikunjungi 13.000 Orang di Pagi Hari Libur Panjang
Polda NTT Kerahkan 3.227 Personel untuk Amankan Semana Santa di Larantuka
Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Ditangkap, Motifnya Dendam Lama