Hilal Tak Terlihat di Ambon, Ramadan 1447 H Kemungkinan Dimulai Kamis

- Selasa, 17 Februari 2026 | 22:15 WIB
Hilal Tak Terlihat di Ambon, Ramadan 1447 H Kemungkinan Dimulai Kamis

MURIANETWORK.COM - Kementerian Agama Provinsi Maluku bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon telah menyelenggarakan pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan rukyat yang digelar di Pantai Nusaniwe, Kota Ambon, pada Selasa (17/2) itu menyimpulkan bahwa hilal tidak terlihat, menandakan bahwa bulan Syakban kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari.

Hasil Observasi dan Data Astronomis

Pantauan lapangan yang dilakukan menjelang matahari terbenam itu didukung oleh perhitungan astronomis yang cermat. Tim pemantau melaporkan bahwa posisi hilal saat itu masih berada pada ketinggian -1,740 derajat di bawah ufuk. Angka ini berada jauh di bawah batas kriteria imkanur rukyat yang berlaku di Indonesia, yaitu minimal 6,4 derajat. Dengan kondisi tersebut, hilal secara fisik mustahil untuk diamati, baik dengan mata telanjang maupun alat bantu optik.

Seorang perwakilan dari tim observasi menjelaskan, "Berdasarkan hasil pemantauan, hilal tidak terlihat karena posisinya masih berada pada -1,740 derajat, belum mencapai kriteria ketinggian yang ditetapkan, yakni 6,4 derajat."

Proses dan Konteks Penetapan Awal Bulan

Kegiatan semacam ini merupakan bagian dari prosedur standar yang dilakukan setiap kali akan memasuki bulan baru dalam kalender Hijriah, terutama untuk bulan-bulan penting seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Kolaborasi antara otoritas keagamaan dan lembaga meteorologi-geofisika menunjukkan pendekatan yang mengintegrasikan aspek syar'i dengan ilmu pengetahuan modern. Data hasil rukyat dan hisab ini kemudian menjadi bahan pertimbangan utama dalam sidang itsbat yang digelar secara nasional.

Suasana di Pantai Nusaniwe sore itu mencerminkan antisipasi yang biasa terjadi menjelang penentuan hari besar. Meski hasilnya dapat diprediksi secara ilmiah, proses pemantauan langsung di lapangan tetap dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan kehati-hatian, mengikuti metodologi yang telah baku.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar