MURIANETWORK.COM - Serangkaian serangan kekerasan di wilayah barat laut Pakistan telah menewaskan sedikitnya 17 orang. Insiden yang melibatkan ledakan bom dan baku tembak ini terjadi pada Senin (16/2) di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dengan korban mencakup personel keamanan dan warga sipil, termasuk seorang anak.
Kronologi Serangan di Distrik Bajaur
Menurut laporan, serangan terfokus pada pos pemeriksaan dan kantor polisi di distrik Bajaur. Para militan diduga menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke dinding di dekat sebuah pos pemeriksaan. Dampak ledakan itu begitu hebat, tidak hanya menghancurkan target, tetapi juga merusak bangunan tempat tinggal di sekitarnya.
Akibat aksi tersebut, 11 personel keamanan dan seorang gadis muda tewas di tempat. Ledakan juga menyebabkan tujuh warga sipil lainnya mengalami luka-luka.
Respons Militer dan Klaim Keterlibatan
Otoritas militer Pakistan dengan cepat merespons insiden ini. Dalam sebuah pernyataan resmi, serangan itu dikutuk keras.
"Ini adalah serangan teroris pengecut," tegas pernyataan militer tersebut, yang juga menuduh kelompok 'proksi India' berada di balik aksi kekerasan ini.
Dalam operasi lanjutan, pasukan keamanan dikabarkan berhasil memburu para pelaku. Militer menyatakan bahwa selusin militan berhasil ditembak mati saat berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dampak dan Korban Jiwa
Secara keseluruhan, korban jiwa dari peristiwa berdarah ini mencapai 17 orang. Rinciannya terdiri dari 14 anggota pasukan keamanan dan tiga warga sipil yang tidak bersalah. Situasi di lokasi sempat mencekam sebelum akhirnya dapat dikendalikan oleh aparat.
Serangan ini kembali menyoroti kerentanan keamanan di kawasan perbatasan dan menambah daftar panjang aksi kekerasan yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Masyarakat setempat sekali lagi dirundung duka akibat konflik yang tak kunjung usai.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah
Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Pantai Sambolo Carita
Keluarga Muslim dari Purwokerto Sambangi Vihara di Petak Sembilan Saat Imlek
Festival Cian Cui di Meranti: Tradisi Perang Air Jadi Perekat Budaya dan Lingkungan