BMKG Prediksi Hilal Ramadan 2026 di Bandung Sulit Teramati Akibat Awan Tebal

- Selasa, 17 Februari 2026 | 18:05 WIB
BMKG Prediksi Hilal Ramadan 2026 di Bandung Sulit Teramati Akibat Awan Tebal

Meski peluang keberhasilannya tipis, proses pengamatan hilal tetap akan dijalankan sesuai jadwal. Hal ini menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam metode penentuan kalender Islam, di mana pengamatan visual meski dalam kondisi sulit tetap menjadi bagian dari prosedur yang dihormati. Kegiatan rukyat akan dipusatkan di Observatorium Albiruni Universitas Islam Bandung (UNISBA), yang melibatkan tim dari BMKG, Kementerian Agama, dan Badan Hisab Rukyat Daerah.

Teguh Rahayu memaparkan bahwa pengamatan ini tidak mengandalkan mata telanjang semata, tetapi didukung peralatan canggih. "Mekanisme pengamatan/rukyat Hilal penentu awal bulan Qomariah (Hijriyah) oleh BMKG adalah dengan memanfaatkan teleskop/teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi," jelasnya.

Dalam operasionalnya, lanjut Rahayu, cahaya redup hilal yang berhasil menembus awan akan direkam oleh detektor khusus pada teleskop. Perangkat ini secara otomatis akan melacak dan mengikuti pergerakan bulan di langit barat, memaksimalkan peluang sekecil apa pun untuk menangkap citra hilal.

Penentuan Awal Ramadan Tetap Menunggu Sidang Itsbat

Hasil pengamatan dari Bandung dan berbagai titik lain di Indonesia nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan utama dalam Sidang Itsbat yang digelar oleh Kementerian Agama. Keputusan akhir mengenai awal Ramadan 1447 H akan ditetapkan secara resmi dalam sidang tersebut, dengan mempertimbangkan laporan rukyat dan perhitungan astronomi (hisab) secara komprehensif. Prakiraan cuaca yang kurang bersahabat hari ini memang menjadi tantangan, namun proses ilmiah dan syar'i untuk menentukan hari yang dinanti umat Islam tetap berjalan dengan hati-hati dan penuh kehati-hatian.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar