Ibas Ajak Masyarakat Manfaatkan Semangat Kuda Api untuk Perkuat Kebersamaan

- Selasa, 17 Februari 2026 | 14:50 WIB
Ibas Ajak Masyarakat Manfaatkan Semangat Kuda Api untuk Perkuat Kebersamaan

"Nilai Imlek mengajarkan kita bahwa hidup harus dijalani dengan kebajikan, dengan kerja keras, dan dengan harapan baik. Ini nilai universal yang juga menjadi kekuatan bangsa kita," ungkap lulusan doktor IPB University tersebut.

Kebersamaan: Fondasi Utama Ketahanan Bangsa

Dalam refleksinya, Ibas menekankan bahwa fondasi terkuat Indonesia terletak pada persatuan dan kebersamaan warganya. Ia melihat nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa tercermin dalam praktik perayaan Imlek, seperti tradisi berkumpul keluarga dan saling berbagi.

Di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian, menjaga harmoni sosial dinilainya sebagai sebuah keharusan.

"Kalau rakyatnya rukun, saling menghormati, dan saling menjaga, maka bangsa ini akan selalu kuat menghadapi tantangan apa pun," tuturnya.

Merawat Keberagaman sebagai Modal Bersama

Sebagai representasi publik, Ibas juga menyoroti pentingnya merawat keberagaman sebagai jalan menuju kemajuan. Toleransi, dalam pandangannya, harus mewujud dalam tindakan nyata sehari-hari dan menjadi roh dalam setiap kebijakan pembangunan.

"Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Rumah ini harus kita jaga dengan kebajikan, toleransi, dan rasa saling menghormati," tegasnya.

Doa dan Harapan di Tahun Penuh Dinamika

Mengakhiri pesannya, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN itu menyampaikan harapan agar Tahun Kuda Api 2577 Kongzili membawa kedamaian, kesehatan, dan kemajuan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Semoga Tahun Baru Imlek membawa keberkahan dan kesuksesan bagi kita semua. Mari kita songsong masa depan Indonesia dengan semangat kebajikan, persaudaraan, dan harapan baru di tahun Kuda Api ini," pungkas Edhie Baskoro Yudhoyono.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar