"Nilai Imlek mengajarkan kita bahwa hidup harus dijalani dengan kebajikan, dengan kerja keras, dan dengan harapan baik. Ini nilai universal yang juga menjadi kekuatan bangsa kita," ungkap lulusan doktor IPB University tersebut.
Kebersamaan: Fondasi Utama Ketahanan Bangsa
Dalam refleksinya, Ibas menekankan bahwa fondasi terkuat Indonesia terletak pada persatuan dan kebersamaan warganya. Ia melihat nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa tercermin dalam praktik perayaan Imlek, seperti tradisi berkumpul keluarga dan saling berbagi.
Di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian, menjaga harmoni sosial dinilainya sebagai sebuah keharusan.
"Kalau rakyatnya rukun, saling menghormati, dan saling menjaga, maka bangsa ini akan selalu kuat menghadapi tantangan apa pun," tuturnya.
Merawat Keberagaman sebagai Modal Bersama
Sebagai representasi publik, Ibas juga menyoroti pentingnya merawat keberagaman sebagai jalan menuju kemajuan. Toleransi, dalam pandangannya, harus mewujud dalam tindakan nyata sehari-hari dan menjadi roh dalam setiap kebijakan pembangunan.
"Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Rumah ini harus kita jaga dengan kebajikan, toleransi, dan rasa saling menghormati," tegasnya.
Doa dan Harapan di Tahun Penuh Dinamika
Mengakhiri pesannya, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN itu menyampaikan harapan agar Tahun Kuda Api 2577 Kongzili membawa kedamaian, kesehatan, dan kemajuan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Semoga Tahun Baru Imlek membawa keberkahan dan kesuksesan bagi kita semua. Mari kita songsong masa depan Indonesia dengan semangat kebajikan, persaudaraan, dan harapan baru di tahun Kuda Api ini," pungkas Edhie Baskoro Yudhoyono.
Artikel Terkait
Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Ditangkap, Motifnya Dendam Lama
Brimob Gagalkan Tawuran Remaja di Cikarang, 7 Senjata Tajam Disita
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat dan Rudal AS-Israel dalam Serangkaian Insiden
Kapal Prancis Pertama Melintasi Selat Hormuz Sejak Konflik dengan Iran Memanas