Hujan deras kembali melanda Nagari Koto Kaciak di Kabupaten Agam, Senin (16/2) sore. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam banjir. Puncaknya terjadi sekitar pukul lima lewat setengah sore, dengan genangan air yang cukup mengkhawatirkan.
“Ketinggian air saat itu sekitar 40 sampai 50 sentimeter,” ujar Reza, salah seorang warga setempat.
Ia menambahkan, air mulai masuk ke dalam rumah-rumah. Situasi jadi makin kacau karena sejumlah kendaraan, baik motor maupun mobil, mogok terendam.
Bukan cuma hujan lebat yang jadi biang keladi. Menurut keterangan yang beredar, luapan Batang Asam turut andil membanjiri permukiman di sekitarnya. Di beberapa titik, air bahkan dilaporkan mencapai ketinggian 60 sentimeter. Cukup untuk merendam bagian bawah rumah dan mengganggu aktivitas warga.
Di sisi lain, bencana tak cuma datang berupa banjir. Di tempat terpisah, tepatnya di Jorong Lubuak Sao, hujan dengan intensitas sama memicu longsoran tanah. Material tanah dan batu menutupi ruas jalan provinsi sepanjang kira-kira 20 meter.
Akses jalan penghubung itu pun terputus total. Kendaraan roda dua dan empat sama-sama tak bisa lewat. Kejadian ini tentu menambah panjang daftar masalah yang harus dihadapi warga dan pemerintah setempat pasca hujan deras.
Keadaan seperti ini seolah jadi langganan. Setiap hujan dengan intensitas tinggi turun, ancaman banjir dan longsor selalu mengintai. Warga pun hanya bisa bersiap dan berharap situasi cepat membaik.
Artikel Terkait
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Truk Terguling di Karawang, Akses Jalan Ditutup Permanen
Putri 82 Tahun Diduga Sembunyikan Jasad Mumi Ibunya Demi Pensiun
Umat Buddha Banda Aceh Panjatkan Doa Universal untuk Keselamatan Masyarakat dalam Perayaan Imlek
Disdik DKI Tangani Kerusakan SMPN 182 Akibat Runtuhnya Tembok Warga