Gelombang perhatian terhadap rumah di Jalan Kutai Utara Nomor 1 itu berawal ketika nama lokasi itu diubah menjadi 'Tembok Ratapan Solo' pada aplikasi pemetaan digital. Situasi semakin ramai diperbincangkan setelah beredar rekaman video seorang pemuda yang tampak sedang meratap di depan gerbang rumah tersebut, memicu beragam interpretasi publik.
"Ya ada saja (yang meratap), kita imbau supaya tidak melakukan hal serupa," tuturnya lagi.
Dalam penjelasannya, Syarif kembali menegaskan status sebenarnya dari lokasi tersebut. Ia menekankan perbedaan mendasar antara sebuah kediaman pribadi dengan tempat yang dikait-kaitkan dengan nilai religius atau sejarah tertentu.
"Karena di sini merupakan kediaman Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, bukan Tembok Ratapan Solo," tegasnya.
Dengan demikian, pesan yang disampaikan cukup jelas: masyarakat dipersilakan berkunjung selama tetap menjaga norma kesopanan dan menghormati batas-batas ruang privat sebuah keluarga.
Artikel Terkait
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan