MURIANETWORK.COM - Ajudan Presiden Joko Widodo, AKBP Syarif Fitriansyah, menegaskan tidak ada pembatasan bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke rumah pribadi mantan presiden di Solo. Pernyataan ini disampaikan menanggapi viralnya lokasi tersebut sebagai 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps. Syarif mengimbau agar rumah keluarga Jokowi tidak diperlakukan seperti situs religi atau monumen, melainkan dihormati sebagai hunian pribadi.
Imbauan untuk Menghormati Ruang Privasi
Meski akses tetap terbuka, Syarif secara khusus meminta pengunjung untuk tidak melakukan aksi meratap di depan pintu gerbang. Ia mengakui bahwa meski fenomena viral telah mereda, masih ada saja beberapa orang yang mencoba melakukan hal serupa. Imbauan ini ditekankan untuk menjaga kenyamanan dan privasi keluarga yang tinggal di dalamnya.
"Tidak ada (pembatasan), tetap seperti biasa saja," jelas Syarif Fitriansyah, Senin (16/2/2026).
Artikel Terkait
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan