MURIANETWORK.COM - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengumumkan komitmen partainya untuk mengalihfungsikan lahan seluas 3 hektare di Yogyakarta menjadi pusat pembibitan tanaman dan pengolahan sampah organik. Pernyataan ini disampaikan usai kegiatan penanaman pohon di Embung Giwangan, Senin, sebagai bagian dari upaya konkret mendukung solusi ekologis dan penataan ruang hijau di kota tersebut.
Lahan Partai Dikonservasi untuk Lingkungan
Rencana awal lahan seluas 3 hektare itu adalah untuk pembangunan Sekolah Partai. Namun, dalam perkembangan terbaru, PDI Perjuangan memutuskan untuk mengubahnya menjadi Sekolah Lapang yang berfokus pada lingkungan.
Hasto Kristiyanto menjelaskan, "Kami sepakati, PDI Perjuangan memiliki tanah 3 hektare yang sebelumnya direncanakan untuk Sekolah Partai, kini akan dialihkan menjadi Sekolah Lapang. Lahan ini akan digunakan untuk nursery (pembibitan) dan pusat pengolahan sampah organik menjadi pupuk."
Langkah ini dinilai sebagai upaya mendorong aksi nyata di lapangan, mengubah aset menjadi pusat edukasi dan produksi yang langsung bermanfaat bagi ekosistem kota.
Arahan untuk Penataan Kota dan Ruang Publik
Lebih jauh, Hasto Kristiyanto menyatakan telah memberikan instruksi khusus kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Fokusnya adalah memperbanyak taman kota dan memperbaiki sistem drainase, dua hal krusial dalam menghadapi tantangan iklim urban.
Ia menekankan bahwa penataan ruang publik harus dilakukan dengan disiplin. "Saya sampaikan pesan kepada Pak Hasto Wardoyo untuk menata kota dengan disiplin. Membangun taman-taman kota sangat penting untuk memberikan ruang publik bagi anak muda berdiskusi, sekaligus menjadi ruang kehidupan yang lebih baik," ujarnya.
Selain penataan taman, perhatian juga diberikan pada persoalan klasik perkotaan seperti pengelolaan sampah dan pembersihan sungai. Menurutnya, semua elemen ini merupakan satu kesatuan dalam tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Gerakan Nyata di Tingkat Akar Rumput
Komitmen dari tingkat pusat partai ini mendapat respons dari jajaran di bawah. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, melaporkan bahwa kader-kader di akar rumput telah lama bergerak melakukan kerja-kerja lingkungan.
Eko menuturkan, "Kami melaporkan kepada Pak Sekjen, selain menanam pohon, kami juga konsisten melakukan normalisasi sungai. Beberapa waktu lalu kami bersama Pak Ganjar (Pranowo) telah melakukan bersih-bersih di Sungai Code, dan aksi ini terus berlanjut sebagai implementasi ideologi merawat pertiwi."
Laporan ini menunjukkan bahwa agenda lingkungan bukan sekadar wacana, tetapi telah dijalankan secara rutin oleh struktur partai di tingkat paling dasar.
Integrasi Lingkungan dengan Agenda Kemanusiaan
Menanggapi arahan dari Sekjen partai, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa aspek lingkungan tidak bisa dipisahkan dari isu kemanusiaan. Ia memaparkan bahwa fokus pada taman dan kebersihan sungai merupakan janji politiknya yang sedang diwujudkan.
"Merawat lingkungan sama maknanya dengan merawat kehidupan. Selain lingkungan, masalah kemiskinan dan kesehatan juga kami garap serius. Kami laporkan bahwa program bedah rumah terus berjalan setiap Minggu melalui semangat gotong royong tanpa menggunakan APBD maupun dana pusat," ungkap Hasto Wardoyo.
Pendekatan gotong royong ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menjalankan berbagai program pembangunan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran formal.
Capain Signifikan dalam Penurunan Stunting
Wali Kota juga menyoroti keberhasilan lain yang berkaitan dengan kualitas hidup warga, yaitu penurunan angka stunting. Berkat alokasi anggaran dari jajaran DPRD PDI Perjuangan sebesar Rp100 juta per kelurahan, Kota Yogyakarta mencatat kemajuan pesat.
"Dari angka 14,8 persen, saat ini angka stunting di Yogyakarta sudah turun menjadi 8,4 persen dalam waktu satu tahun. Ini adalah hasil gotong royong semua pihak untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berprestasi," tuturnya.
Data ini melengkapi narasi besar bahwa pembangunan infrastruktur ekologis dan peningkatan kualitas sumber daya manusia berjalan beriringan, sebagai bagian dari visi pembangunan kota yang holistik.
Artikel Terkait
Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka Siap Sambut Ramadan dengan Persiapan Menyeluruh
Lalu Lintas di Tol Layang MBZ Melonjak 55,6% Jelang Imlek 2026
Perayaan Imlek 2026 di Cianjur Wujudkan Kerukunan Antarumat Beragama
Badan Geologi Waspadai Potensi Erupsi Freatik Mendadak di Gunung Lokon