Serangan Israel di Gaza Tewaskan 12 Warga Palestina Meski Gencatan Senjata Diperpanjang

- Senin, 16 Februari 2026 | 20:20 WIB
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 12 Warga Palestina Meski Gencatan Senjata Diperpanjang

MURIANETWORK.COM - Kekerasan di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah diperpanjang. Pasukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara pada Minggu (15/2), yang menurut laporan di lapangan menewaskan sedikitnya 12 warga Palestina dan melukai sejumlah lainnya dalam kurun 24 jam terakhir.

Korban Jiwa Berjatuhan di Utara dan Selatan

Insiden terbaru ini memperpanjang daftar pelanggaran gencatan senjata yang terjadi sejak fase kedua kesepakatan damai diberlakukan. Serangan dilaporkan terjadi di dua lokasi terpisah, mencakup wilayah utara dan selatan Gaza, yang menunjukkan intensitas operasi militer yang masih berlangsung.

Badan Pertahanan Sipil yang beroperasi di wilayah tersebut menyampaikan kronologi kejadian. Mereka menuturkan, satu serangan menghantam area tenda pengungsi di kawasan Jabalia, Gaza utara.

"Lima orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika serangan udara Israel menargetkan tenda pengungsi di Jabalia di utara," jelas petugas di lapangan.

Korban serupa juga berjatuhan di bagian selatan. Serangan terpisah yang terjadi di pagi hari di kota Khan Yunis dilaporkan memiliki dampak yang memilukan.

"Lima orang lagi tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan terpisah di pagi hari di kota Khan Yunis di selatan," ungkap laporan mereka lebih lanjut. Korban dari kedua insiden tersebut kemudian dikonfirmasi bertambah, sehingga total korban jiwa mencapai 12 orang.

Gencatan Senjata yang Terus Diuji

Kejadian ini menjadi catatan kelam lain dalam situasi genting di wilayah tersebut. Meski ada upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan, realitas di lapangan seringkali berbicara lain dengan masih sering terdengarnya suara ledakan dan terus berdatangannya korban. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan dan efektivitas kesepakatan gencatan senjata yang ada, sementara warga sipil kembali menanggung konsekuensi terberat.

Pengamatan dari berbagai pihak menunjukkan pola yang mengkhawatirkan, di mana periode tenang sering kali disela oleh eskalasi singkat namun mematikan. Serangan terhadap area yang dihuni pengungsi, seperti yang terjadi di Jabalia, semakin menyoroti kerentanan kelompok masyarakat yang paling tidak berdaya dalam konflik ini. Situasi ini terus memantik keprihatinan internasional mengenai perlindungan warga sipil dan kepatuhan terhadap hukum humaniter.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar