"Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah, mencapai lebih dari 22.000 penumpang per harinya," tambahnya.
Lantas, apa yang mendorong membludaknya peminat Whoosh? Ternyata bukan sekadar urusan wisata. Eva menjelaskan, peningkatan perjalanan juga didorong oleh aktivitas silaturahmi. Banyak orang memanfaatkan momen sebelum puasa Ramadan untuk mengunjungi keluarga atau teman.
"Momentum inilah yang turut menyumbang tingginya pergerakan penumpang antara Jakarta dan Bandung," jelas Eva.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi kepadatan ini, KCIC mengklaim telah menyiapkan segalanya. Mereka memastikan seluruh operasional berjalan aman dan lancar. Persiapan infrastruktur dilakukan secara optimal, tak lupa penambahan personel di semua stasiun.
"Selama liburan panjang ini, KCIC juga telah mengerahkan puluhan petugas layanan. Tujuannya jelas: menjaga kelancaran arus penumpang dan mempertahankan kualitas servis," pungkas Eva.
Jadi, begitulah situasinya. Kereta berkecepatan tinggi itu kini tak hanya soal efisiensi waktu, tapi juga jadi pilihan utama masyarakat untuk mudik dan rekreasi di momen spesial.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kembali dengan Komitmen Investasi Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea
Megawati Serahkan 126 Sertifikat HKI untuk Lindungi Karya Seni dan Budaya Bali
Ekonom Sarankan Alihkan Subsidi BBM untuk Percepatan Elektrifikasi Hadapi Risiko Geopolitik
Kerangka Manusia Ditemukan di Perkebunan Lereng Muria, Identitas Masih Misterius