Peran Masyarakat dan Patroli Khusus Ramadan
Abdul Waras mengakui bahwa luasnya wilayah Depok menjadi tantangan tersendiri di tengah keterbatasan personel. Oleh karena itu, peran serta orang tua dan masyarakat dinilai sangat vital dalam upaya pencegahan.
“Jumlah personel kami masih terbatas. Kami berharap orang tua lebih peduli kepada anak-anaknya, terutama pada malam hari. Tanyakan mereka hendak ke mana dan untuk keperluan apa,” ajaknya.
Sebagai langkah konkret, jajarannya akan membentuk tim patroli khusus selama Ramadan. Tim ini akan berkolaborasi dengan TNI dari Kodim setempat serta Forkopimda, dengan fokus mengamankan titik-titik rawan tawuran dan gangguan ketertiban.
Mengawasi Kegiatan yang Berpotensi Kerumunan
Tak hanya tawuran, kegiatan seperti Sahur on The Road juga mendapatkan perhatian serius. Kapolres menilai kegiatan semacam itu berpotensi memicu kerumunan dan gesekan jika tidak dikelola dengan baik.
“Kami bersama Forkopimda akan menyikapi kegiatan Sahur on The Road. Jangan sampai niat berbagi justru berujung keributan atau gangguan kamtibmas,” tuturnya.
Data kepolisian menunjukkan adanya tren peningkatan gangguan ketertiban yang melibatkan remaja pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, langkah antisipasi sejak dini dinilai jauh lebih efektif.
Rencana pembinaan melalui pesantren kilat ini disambut positif oleh sejumlah tokoh masyarakat. Mereka berharap pendekatan edukatif ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda yang lebih baik. Dengan kombinasi patroli, kolaborasi, dan pembinaan, Polres Metro Depok berupaya maksimal menciptakan Ramadan yang tenang dan damai bagi seluruh warga.
Artikel Terkait
Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil
Polisi Tangkap Pengedar 100 Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tanjung Priok
Yamaha Imbau Pemeriksaan Motor Usai Mudik Lebaran
Kolaborasi Swasta-Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Maluku Utara