MURIANETWORK.COM - Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, mengumumkan langkah tegas untuk menangani kenakalan remaja selama Ramadan 2026. Remaja yang terlibat tawuran atau kedapatan menyalakan petasan akan menjalani pembinaan, salah satunya melalui program pesantren kilat. Kebijakan ini diambil untuk menjawab keresahan masyarakat dan menciptakan suasana Ramadan yang aman dan kondusif di Kota Depok.
Pendekatan Edukatif untuk Atasi Tawuran
Dalam keterangannya, Kapolres Abdul Waras menyoroti bahwa tawuran remaja masih menjadi persoalan berulang, terutama pada malam hingga dini hari. Ia menilai momentum Ramadan, yang seharusnya diisi dengan kegiatan spiritual, justru kerap disalahgunakan untuk aksi yang merugikan. Untuk mengatasi hal ini, polisi akan menerapkan pendekatan yang lebih menekankan pada pembinaan karakter.
“Salah satu yang akan kami tindak lanjuti ialah mengikutsertakan anak-anak yang terlibat tawuran ke pondok pesantren kilat,” jelas Abdul Waras.
Melalui program itu, ia berharap para remaja tidak hanya mendapat pemahaman agama, tetapi juga internalisasi nilai disiplin, tanggung jawab, dan kehidupan sosial yang lebih positif. Namun, ia juga memberikan peringatan keras bagi yang mengulangi perbuatannya.
“Apabila masih ngotot dan nekat tawuran, nanti akan kami pesantren kilatkan di Polres Metro Depok,” tegasnya.
Larangan Petasan dan Koordinasi Lintas Sektor
Selain tawuran, penggunaan petasan juga menjadi fokus perhatian. Menurut Kapolres, selain mengganggu kekhusyukan ibadah, petasan berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran dan cedera. Remaja yang melanggar aturan ini akan mendapatkan pembinaan serupa.
“Petasan dan sejenisnya jelas melanggar regulasi dan aturan hukum. Jangan sampai mengganggu masyarakat lain yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.
Untuk merealisasikan program ini, Polres Metro Depok akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta tokoh agama dan pengelola pesantren. Sinergi ini dianggap krusial agar upaya pembinaan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak yang diharapkan.
Artikel Terkait
Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil
Polisi Tangkap Pengedar 100 Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tanjung Priok
Yamaha Imbau Pemeriksaan Motor Usai Mudik Lebaran
Kolaborasi Swasta-Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Maluku Utara