Dari Sungailiat, ada kabar menarik soal perkembangan koperasi. Kabupaten Bangka, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dinilai punya langkah yang cukup cepat dalam membangun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. Penilaian ini datang langsung dari Amabar Pertiwiningrum, Staf Khusus Kemenkop RI Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi.
Ia menyampaikan hal itu usai meninjau langsung salah satu KDKMP di Kelurahan Jelitik, Bangka, pada hari Sabtu. Menurutnya, program ini adalah program strategis nasional yang kerap ditekankan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Saya berharap kepada pengurus koperasi setelah operasional agar memperkuat kelembagaan dan memperbanyak anggota,” ujar Amabar.
Nah, yang jadi poin plus dari KDKMP ini, kata dia, terletak pada kepemilikannya. Masyarakat setempatlah yang menjadi pemilik sekaligus pihak yang menikmati keuntungan dari setiap usaha yang dikembangkan koperasi. Ini jelas berbeda dengan model usaha lain.
Di sisi lain, Bupati Bangka Fery Insani juga angkat bicara. Ia melihat program KDKMP sebagai wadah yang tepat untuk mendongkrak kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga. Caranya? Dengan memberi akses modal, pelatihan, dan dukungan penuh kepada masyarakat desa.
“Koperasi Merah Putih dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tegas Fery.
Ia pun optimis. Program yang dicanangkan Presiden Prabowo ini, menurutnya, akan berjalan mulus dan sesuai harapan. Keyakinannya ini tak lepas dari kesuksesan program-program sebelumnya, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perkembangannya sendiri terbilang konkret. Data dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, Usaha Kecil Menengah mencatat, sudah ada 36 gerai Koperasi Merah Putih yang berdiri di berbagai lokasi di Kabupaten Bangka. Angka yang tidak kecil untuk sebuah gerakan di tingkat desa.
Artikel Terkait
Kapolres Bima Kota Nonaktif Ditetapkan Tersangka Kasus Narkoba
Kejaksaan Paris Bentuk Tim Khusus untuk Selidiki Keterkaitan Skandal Epstein di Prancis
Kementan Pacu Hilirisasi Jagung untuk Wujudkan Swasembada Pangan 2026
Jalan Rusak Pasca-Banjir di Jabodetabek Tewaskan Empat Orang, Termasuk Dua Pelajar