Untuk mengantisipasi dinamika tersebut, personel kepolisian akan disiagakan secara bergilir selama 24 jam. Kesiapan operasional ini diperkuat oleh deklarasi "Jaga Jakarta untuk Indonesia" yang menjadi landasan sinergi.
"Betul. Kami melakukan kesiapsiagaan penuh. Deklarasi 'Jaga Jakarta untuk Indonesia' membangun komitmen bersama bahwa menjaga Jakarta adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat," katanya.
Sinergi Multisektor dan Ajakan Kolaborasi
Strategi pengamanan yang disusun tidak hanya fokus pada aspek kriminalitas. Polda Metro Jaya juga melakukan koordinasi ketat dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi faktor cuaca ekstrem dan kemungkinan bencana. Sinergi dijalin dengan TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BMKG, Dinas Kesehatan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Pendekatan preemtif juga dilakukan dengan melibatkan tokoh agama dan komunitas untuk terus menanamkan nilai toleransi. "Kami juga menggandeng tokoh agama dan komunitas untuk membangun toleransi. Toleransi sangat penting agar setiap umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan saling menghormati," tuturnya.
Di penghujung keterangan persnya, Budi Hermanto kembali mengajak seluruh warga Jakarta untuk berperan aktif. Keamanan yang optimal, tegasnya, hanya dapat terwujud dengan kolaborasi yang erat antara aparat dan masyarakat.
"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman dan tertib," ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa. "Kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi masyarakat Muslim di DKI Jakarta. Mari bersama-sama mengawal bulan suci Ramadan agar berlangsung lancar, khusyuk, dan penuh sinergi dalam kebaikan," tutupnya.
Artikel Terkait
Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil
Polisi Tangkap Pengedar 100 Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tanjung Priok
Kolaborasi Swasta-Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Maluku Utara
Mobil Program Makan Bergizi NTB Diduga Disalahgunakan untuk Jemput Penumpang dan Wisata