MURIANETWORK.COM - Polda Metro Jaya menggelar Apel Siaga Kamtibmas di Lapangan Presisi Ditlantas, Rabu (26/2/2025), sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh jelang dan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Apel yang diikuti sekitar 10.000 personel dan elemen masyarakat ini bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban ibu kota menyongsong peningkatan aktivitas warga di bulan suci.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menekankan bahwa apel tersebut memiliki makna strategis yang jauh melampaui upacara biasa. Menurutnya, kegiatan ini merupakan momentum untuk memperkuat komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
"Apel kamtibmas ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin mewujudkan Jakarta yang aman dan tertib bersama seluruh elemen masyarakat," ujar Budi Hermanto.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya partisipasi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta, termasuk pelajar dan berbagai organisasi kemasyarakatan, dinilainya sebagai cerminan kepedulian yang nyata.
"Pertama, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi potensi masyarakat dan organisasi masyarakat. Kita juga melihat adik-adik pelajar turut hadir. Yang istimewa hari ini adalah kehadiran sekitar 10.000 peserta. Ini menunjukkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat yang sangat tinggi dalam menjaga Jakarta untuk Indonesia," lanjutnya.
Memetakan Potensi Kerawanan Ramadan
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jajaran Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami kerawanan. Pemetaan ini menyasar lokasi dan aktivitas yang biasanya padat selama Ramadan, seperti area sahur on the road, pasar tumpah, pusat perbelanjaan, serta lokasi pembagian takjil gratis.
"Kami melihat adanya peningkatan aktivitas masyarakat, baik pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari. Misalnya kegiatan sahur on the road, pasar tumpah, pusat perbelanjaan, hingga kegiatan berbagi takjil," tutur Kombes Pol Budi.
Untuk mengantisipasi dinamika tersebut, personel kepolisian akan disiagakan secara bergilir selama 24 jam. Kesiapan operasional ini diperkuat oleh deklarasi "Jaga Jakarta untuk Indonesia" yang menjadi landasan sinergi.
"Betul. Kami melakukan kesiapsiagaan penuh. Deklarasi 'Jaga Jakarta untuk Indonesia' membangun komitmen bersama bahwa menjaga Jakarta adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat," katanya.
Sinergi Multisektor dan Ajakan Kolaborasi
Strategi pengamanan yang disusun tidak hanya fokus pada aspek kriminalitas. Polda Metro Jaya juga melakukan koordinasi ketat dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi faktor cuaca ekstrem dan kemungkinan bencana. Sinergi dijalin dengan TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BMKG, Dinas Kesehatan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Pendekatan preemtif juga dilakukan dengan melibatkan tokoh agama dan komunitas untuk terus menanamkan nilai toleransi. "Kami juga menggandeng tokoh agama dan komunitas untuk membangun toleransi. Toleransi sangat penting agar setiap umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan saling menghormati," tuturnya.
Di penghujung keterangan persnya, Budi Hermanto kembali mengajak seluruh warga Jakarta untuk berperan aktif. Keamanan yang optimal, tegasnya, hanya dapat terwujud dengan kolaborasi yang erat antara aparat dan masyarakat.
"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman dan tertib," ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa. "Kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi masyarakat Muslim di DKI Jakarta. Mari bersama-sama mengawal bulan suci Ramadan agar berlangsung lancar, khusyuk, dan penuh sinergi dalam kebaikan," tutupnya.
Artikel Terkait
Kapolres Depok Siapkan Pesantren Kilat untuk Remaja Nakal Selama Ramadan
Jasa Marga Luncurkan Travoy Go, Sistem RFID untuk Antisipasi Antrean Mudik 2026
BSI Tambah 9 Juta Nasabah dalam 5 Tahun, Targetkan Masuk 5 Besar Global
Megawati Panjatkan Doa Khusus untuk Indonesia Saat Umrah di Makkah