MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia kini mengalihkan fokus ketahanan pangan dari capaian swasembada beras ke penguatan sektor perikanan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, upaya hilirisasi dengan membangun infrastruktur pendingin menjadi kunci untuk menyejahterakan nelayan dan menjamin ketersediaan protein nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam acara PANFEST 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta, Sabtu (14 Februari 2026).
Fokus pada Kesejahteraan Nelayan dan Hilirisasi
Setelah mencatat surplus beras yang signifikan, perhatian strategis pemerintah beralih ke laut. Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, memaparkan langkah konkret untuk mengatasi masalah klasik di tingkat nelayan, yaitu ketiadaan penyimpanan yang menyebabkan ikan cepat busuk dan harga anjlok.
“Dulu nelayan kalau ikan tidak laku dibuang karena busuk. Sekarang kita bangun pabrik es dan cold storage agar ikan tahan 3 sampai 6 bulan. Harga akan bagus dan nelayan sejahtera,” ujarnya.
Dengan infrastruktur tersebut, hasil tangkapan dapat disimpan lebih lama, memberi nelayan daya tawar harga yang lebih baik. Program ini akan diimplementasikan dengan membangun tambak seluas 20 ribu hektare dan mengintegrasikan 2.000 desa nelayan ke dalam jaringan fasilitas pendingin tersebut.
Artikel Terkait
Kebakaran Landa Gudang Elpiji SPBE Cimuning di Bekasi, 9 Unit Damkar Dikerahkan
Laporan Ungkap Potensi Agribisnis sebagai Motor Ekonomi Indonesia Menuju 2045
Pemkot Tangerang Raih Dua Penghargaan dan Dana Rp6 Miliar untuk Program Bangga Kencana
Iran Bantah Klaim Trump Soal Permintaan Gencatan Senjata