MURIANETWORK.COM - Festival Imlek 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, berhasil menyedot perhatian ribuan warga pada Sabtu (14/2/2026) kemarin. Acara yang menampilkan dekorasi bertema Tionghoa dan pertunjukan cahaya ini menjadi destinasi populer bagi masyarakat yang ingin merayakan tahun baru Imlek sekaligus berlibur di tengah kota. Suasana ramai namun meriah mendominasi kawasan tersebut sepanjang hari.
Dekorasi dan Spot Foto Jadi Daya Tarik Utama
Antusiasme pengunjung terlihat jelas dari kerumunan orang yang mengantre untuk berfoto di berbagai sudut festival. Salah satunya adalah Jesi (26), yang mengaku tak henti-hentinya mengabadikan momen karena keindahan dekorasi yang tersebar.
"Bagus, bagus. Buat foto bagus banget sih. Banyak spot sebenernya, tapi karena saking ramainya juga, ya harus sabar-sabar juga biar dapet foto yang bagus," tutur Jesi.
Selain spot foto statis, pertunjukan teknologi seperti LED Cahaya Harmoni juga berhasil memukau para pengunjung. Jesi mengungkapkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya menyaksikan pertunjukan semacam itu di ruang publik Jakarta.
"Keren-keren, bagus lah, baru pertama kali lihat," ujarnya.
Ramainya Festival Jadi Kejutan Tersendiri
Di sisi lain, keramaian yang luar biasa justru menjadi kejutan bagi sebagian pengunjung. Lidia (28) mengira banyak warga akan memilih meninggalkan Jakarta selama libur panjang Imlek, namun kenyataannya justru sebaliknya.
"Wah, aku kira nggak bakal seramai ini, kirain tuh pada banyak yang liburan ke luar Jakarta gitu, karena kan libur panjang nih Imlek, ternyata tetap ramai juga ya ke sini," jelas Lidia.
Meski ramai, Lidia menikmati suasana dan menemukan spot favoritnya di area Harmony Lantern Walk. Menurutnya, kesabaran adalah kunci untuk mendapatkan gambar yang bagus di tengah lalu lalang pengunjung.
"Di lantern walk tadi, bagus gitu buat foto, dikelilingi lampion. Tapi mesti sabar-sabar, biar hasil fotonya bagus, kayak pas orang nggak banyak lewat, langsung tuh cus foto. Tapi ya agak lama sih, karena ramai mulu," lanjutnya.
Hiburan Murah Meriah di Tengah Kota
Baik Jesi maupun Lidia sepakat bahwa festival ini berhasil menyajikan hiburan yang terjangkau bagi warga ibu kota. Bagi Jesi, acara ini sekaligus menjadi cara merayakan hari Valentine yang berbeda bersama teman-teman. Sementara bagi Lidia, festival semacam ini adalah opsi refreshing yang tepat.
"Karena pas libur sih, sekalian ngerayain valentine, ya udah ke sini aja sama temen-temen. Hiburan," pungkas Jesi.
"Menarik, jadi hiburan warga banget sih. Murah meriah, bayar parkir doang, bisa foto-foto cakep," tambah Lidia.
Gelaran festival ini, pada akhirnya, tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang interaksi sosial yang dinanti di tengah padatnya kehidupan urban. Suara riuh rendah pengunjung dan kilau lampion seolah membuktikan bahwa ruang publik yang dikelola dengan baik tetap memiliki daya pikat yang kuat.
Artikel Terkait
Tiga Warung Makan di Simpang Stasiun Bukittinggi Hangus Terbakar
Kebakaran Lahan Gambut di Bengkalis Masih Berkobar, Tim Gabungan Hadapi Cuaca Ekstrem
Polresta Pati Bangun Jembatan Darurat dan Permanen untuk Warga Dukuh Bongkar yang Terisolasi
Puluhan Santri Ponpes di Ngawi Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis