Polda Riau Latih Intensif 244 Personel Tim RAGA Jelang Ramadan 2026

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:25 WIB
Polda Riau Latih Intensif 244 Personel Tim RAGA Jelang Ramadan 2026

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Polda Riau tak mau lengah. Mereka memperkuat barisan dengan melatih Tim RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme) secara khusus. Tujuannya jelas: agar tim ini lebih sigap dan punya kemampuan 'tempur' yang mumpuni untuk menghadapi beragam gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pelatihan gelombang kedua ini sudah berjalan sejak 9 Februari lalu. Yang menarik, porsi latihannya lebih banyak mengutamakan praktik lapangan. Sekitar 70 persen praktik, dan 30 persen sisanya untuk teori. Para personel digembleng dengan berbagai materi krusial. Mulai dari sosialisasi KUHP, teknik menangkap tersangka, sampai hal-hal teknis seperti penggunaan kekuatan yang proporsional, pertolongan pertama gawat darurat, dan tak ketinggalan, latihan intensif pertempuran jarak dekat.

Menurut Irwasda Polda Riau, Kombes Prabowo Santoso, pembentukan Tim RAGA ini bukan tanpa alasan. Ini adalah respons konkret terhadap meningkatnya potensi gangguan seperti premanisme, kenakalan remaja, dan kejahatan jalanan di wilayah Riau.

"Polri tidak hanya menjadi penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan sosial yang positif. Tim RAGA dibentuk sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi kehidupan sosial masyarakat secara nyata,"

tegas Kombes Prabowo, Sabtu (14/2/2026).

Ia juga menekankan satu hal penting: keseimbangan. Dalam menegakkan hukum, harus ada paduan antara ketegasan dan kebijaksanaan. Orientasinya adalah perlindungan masyarakat dan pencegahan kerusakan sosial, bukan sekadar pembalasan. Prinsip proporsionalitas, menurutnya, jadi landasan utama setiap tindakan di lapangan.

Nah, dengan tambahan 244 personel di gelombang kedua ini, total personel Tim RAGA yang sudah terlatih mencapai 475 orang. Mereka akan jadi garda terdepan untuk menjaga kondusivitas, terutama di Kota Pekanbaru dan sekitarnya, selama bulan suci nanti. Kepala SPN Polda Riau, Kombes Pol Indra Duaman, menyebut gelombang pertama telah melatih 231 personel.

"Target operasional diharapkan tim ini bergerak efektif menekan angka kejahatan jalanan (street crime) yang meresahkan," kata Kombes Indra.

Di sisi lain, polisi juga tak bisa bekerja sendirian. Masyarakat diimbau untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungannya. Jika melihat atau mengalami tindak pidana, warga bisa segera melapor.

Layanan darurat 110 siap menerima panggilan kapan saja. Gratis, 24 jam, dan terintegrasi langsung dengan jajaran Polda Riau. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secepatnya oleh petugas terdekat.

Pada akhirnya, sinergi antara kesiapan Tim RAGA dan kewaspadaan warga inilah yang diharapkan bisa menciptakan situasi yang benar-benar aman dan damai. Menjelang Ramadan, upaya preventif seperti ini tentu sangat dibutuhkan agar ibadah bisa berjalan dengan tenang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar