Adapun rumah yang mengalami rusak berat atau hilang akan mendapat bantuan senilai Rp60 juta. Bantuan untuk kategori terakhir ini akan direalisasikan melalui pembangunan rumah oleh pemerintah, baik di lokasi semula maupun di lahan relokasi yang telah ditentukan.
Komitmen Pemulihan Pascabencana
Dalam kesempatan itu, Tito menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir dan bekerja keras mendorong pemulihan, khususnya di Aceh Tamiang. Ia mengapresiasi sinergi semua pihak yang telah membuahkan progres signifikan, di mana roda pemerintahan dan perekonomian mulai berangsur pulih.
Meski mengakui masih ada tantangan di lapangan, seperti wilayah yang masih terdampak lumpur, ia menyemangati semua pihak untuk terus bergerak.
"Meskipun ada beberapa daerah yang masih ada lumpurnya, kita harus bertarung. Tapi kita jangan berhenti. Saya tahu bahwa orang-orang Aceh, orang-orang yang petarung, yang kuat," ungkap Tito.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Sementara itu, sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menko PMK Pratikno dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut hadir secara virtual, menunjukkan koordinasi yang solid antar level pemerintahan dalam penanganan pascabencana.
Artikel Terkait
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off