Di halaman Mapolda Sumatera Utara, Sabtu (14/2) kemarin, suasana tampak berbeda. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, berdiri di antara barisan kontainer biru. Mereka melepas bantuan kemanusiaan Polri yang jumlahnya tak sedikit: 22 kontainer penuh. Tujuannya jelas, untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, hingga Sumbar.
Prosesi flag off itu berlangsung sederhana namun penuh makna. Ini bukan aksi pertama, melainkan kelanjutan dari komitmen Polri. Bantuan logistik yang dikirim kali ini memang dirancang lebih praktis. Agar cepat sampai, kontainer-kontainer besar itu akan dibongkar dan diantarkan menggunakan truk-truk kecil langsung ke lokasi terdampak. Lebih efisien, lebih cepat.
Isinya? Lengkap sekali. Dari bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan air mineral, sampai ke kebutuhan yang sering terlupakan saat darurat. Ada susu dan popok untuk anak-anak, pembalut wanita, perlengkapan mandi. Juga selimut, pakaian untuk segala usia, bahkan perlengkapan ibadah seperti mukena dan sajadah. Tak ketinggalan, bantuan medis dasar seperti obat-obatan, vitamin, dan masker turut disiapkan.
Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Sigit menyampaikan pesannya.
"Bantuan ini akan segera didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, sebagai wujud komitmen Polri untuk selalu hadir menjadi representasi negara bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari gerakan 'Polri untuk Masyarakat' yang mengutamakan aksi nyata. "Penyalurannya kami lakukan dengan memperkuat sinergi lintas sektor. Harapannya, bantuan ini benar-benar meringankan beban yang ditanggung masyarakat," sambung Sigit.
Menurutnya, kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa adalah kunci. Polri akan terus bekerja agar proses pemulihan berjalan cepat dan menyeluruh.
Acara pelepasan itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution tampak hadir mendampingi. Turut hadir pula Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Astamaops Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran, serta beberapa Kapolda dari wilayah Sumatera. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana ini menjadi perhatian bersama.
Kini, 22 kontainer harapan itu telah bergerak. Menempuh jalan darat, menuju mereka yang membutuhkan. Sebuah upaya nyata di tengah situasi sulit.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Ungkap Sopir Inara Rusli Diduga Ambil dan Jual Data CCTV
Survei Ungkap Mayoritas Pekerja Indonesia Terpaksa Lanjut Usia Pensiun Demi Penghasilan
Petugas Gulkarmat Evakuasi Ular Sanca Albino dari Kap Mobil di Batu Ampar
Fahira Idris Apresiasi Perluasan Mudik Gratis DKI, Soroti Layanan Angkut Motor