Rapat perdana Board of Peace sendiri rencananya digelar 19 Februari mendatang. Inisiatif datang dari Presiden AS Donald Trump, dan Indonesia termasuk di antara delapan negara muslim yang diundang. Dan kabarnya, Presiden Prabowo Subianto akan hadir langsung.
Konfirmasi datang dari juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela. "Dapat kami infokan bahwa sebagaimana disampaikan Pak Menlu, pemerintah telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace, dan Presiden Prabowo Subianto akan hadir," tuturnya.
Kehadiran presiden bukan sekadar formalitas. Menurut Nabyl, ini adalah penegasan. Indonesia ingin berperan aktif sejak awal, ikut menentukan arah dan kerja dewan tersebut. Ambisinya konkret.
"Indonesia akan menggunakan Board of Peace untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara," jelas Nabyl tegas.
Jadi, langkah ini seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ada komitmen historis yang tak berubah sejak 1955. Di sisi lain, ada upaya diplomatik baru yang perlu dicermati jalannya. Semuanya bermuara pada satu tujuan lama: kemerdekaan Palestina.
Artikel Terkait
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off