Fadli Zon Dukung Rencana Peringatan 100 Tahun Jam Gadang

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:25 WIB
Fadli Zon Dukung Rencana Peringatan 100 Tahun Jam Gadang

“Hingga kini, mesin jam buatan Jerman itu masih berfungsi dengan baik,” ucap Ramlan.

Untuk merayakannya, Pemkot telah menyiapkan segudang kegiatan. Rencananya akan ada aktivitas edukatif, pertunjukan seni, dan acara budaya. Bahkan, seminar nasional dan internasional yang digelar nanti akan dibukukan sebagai referensi untuk pengembangan Jam Gadang ke depan.

Logo resmi peringatan Satu Abad Jam Gadang sendiri sudah diluncurkan. Saat ini, mereka tengah merancang kegiatan lintas disiplin yang akan melibatkan ilmuwan, budayawan, seniman, arsitek, hingga insinyur. Mereka juga berencana mengundang Duta Besar Belanda dan Jerman sebagai pembicara, mengingat latar belakang kolonial dan asal mesin jam ikonik tersebut.

Namun begitu, wacana yang dibahas tidak berhenti di Jam Gadang. Ramlan juga menyoroti peran strategis Bukittinggi dalam kanvas sejarah Indonesia. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan di berbagai era, mulai dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga sebagai ibu kota beberapa provinsi di Sumatra.

“Bukittinggi, Jakarta, dan Yogyakarta tidak bisa dipisahkan dalam sejarah bangsa,” pungkasnya dengan nada tegas.

“Kami adalah salah satu dari tiga daerah penerima duplikat Bendera Pusaka. Peran kami dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan sangatlah vital.”

Pertemuan ini diharapkan jadi langkah awal yang konkret. Sinergi antara pusat dan daerah mutlak diperlukan, bukan hanya untuk merawat warisan seperti Jam Gadang, tapi juga untuk terus menegaskan posisi Bukittinggi sebagai salah satu pilar penting sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar