MURIANETWORK.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengimbau seluruh organisasi masyarakat dan elemen warga untuk tidak melakukan sweeping atau razia mandiri terhadap warung makan yang beroperasi di siang hari selama bulan Ramadan. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah potensi kericuhan dan menegaskan bahwa penegakan aturan adalah wewenang penuh aparat. Sebagai gantinya, pemilik usaha diimbau untuk memasang tirai sebagai bentuk penghormatan kepada yang berpuasa.
Larangan Sweeping Sepihak oleh Masyarakat
Melalui Staf Khusus Gubernur, Chico Hakim, Pemprov DKI menegaskan bahwa pengawasan operasional usaha selama Ramadan sepenuhnya berada di tangan otoritas yang berwenang. Tindakan sweeping yang dilakukan kelompok tertentu dinilai berisiko mengganggu ketertiban dan merusak suasana bulan suci.
Chico Hakim menjelaskan, "Penegakan aturan atau pengawasan terkait operasional usaha selama puasa adalah wewenang pemerintah dan aparat penegak hukum (seperti satpol PP, dishub, atau kepolisian sesuai Perda terkait), bukan ormas atau kelompok masyarakat secara sepihak."
Dia melanjutkan dengan nada serius, "Aksi sweeping semacam itu berpotensi menimbulkan kegaduhan, melanggar ketertiban umum, dan tidak sesuai dengan semangat Ramadan sebagai bulan suci yang penuh rahmat."
Artikel Terkait
Kuwait Tuduh Iran Serang Kapal Tanker Minyaknya di Dekat Dubai
Empat Tersangka Penganiayaan Aktivis KontraS Ditahan di Sel Maksimum Pomdam Jaya
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional