MURIANETWORK.COM - Warga Kota Makassar perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang diperkirakan tidak stabil sepanjang hari Sabtu, 14 Februari 2026 mendatang. Berdasarkan analisis terkini, potensi hujan ringan akan menyelimuti kota ini dari pagi hingga sore hari, dengan kondisi berawan pada malam harinya. Prakiraan ini mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dan mempersiapkan perlindungan diri.
Rincian Prakiraan Cuaca Harian
Pada pagi hari, langit Makassar diperkirakan akan mulai diguyur hujan ringan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi arus lalu lintas dan mobilitas warga di jam-jam padat berangkat kerja maupun sekolah. Memasuki siang hingga sore, peluang hujan ringan masih tetap ada. Meski intensitasnya tidak tinggi, basah-basahan ringan tetap bisa mengganggu bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan tanpa persiapan.
Menjelang malam, kondisi cuaca diprakirakan mulai berubah menjadi berawan. Namun, tidak menutup kemungkinan hujan ringan masih akan turun secara lokal di beberapa titik wilayah kota. Perubahan cuaca yang relatif cepat ini memerlukan perhatian lebih dari warga.
Data Suhu, Angin, dan Potensi Lainnya
Suhu udara di Makassar pada hari tersebut diperkirakan berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yaitu 70 hingga 100 persen. Angin diperkirakan bertiup dari arah Barat menuju Utara dengan kecepatan antara 10 hingga 40 kilometer per jam.
Selain hujan, aspek lain yang patut diwaspadai adalah potensi angin kencang, khususnya di wilayah pesisir Kota Makassar. Kondisi ini memerlukan kehati-hatian ekstra, terutama bagi para nelayan dan pengguna jalan yang melintas di area terbuka atau jalur pantai.
Masyarakat diharapkan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari sumber-sumber resmi. Menyesuaikan jadwal dan rencana aktivitas dengan kondisi lapangan yang terkini merupakan langkah bijak untuk menjaga keselamatan.
Imbauan Keselamatan untuk Warga
Menyikapi prakiraan cuaca ini, ada beberapa langkah praktis yang dapat diambil warga untuk meminimalisir dampaknya. Persiapan yang matang menjadi kunci utama.
Pastikan untuk selalu membawa jas hujan atau payung saat harus keluar rumah. Bagi pengendara, periksa kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman dan penerangan, mengingat jalan yang licin pascahujan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang," ungkapnya. Selain itu, memeriksa saluran air di sekitar rumah juga penting untuk mencegah genangan air yang dapat mengganggu.
Pengendara sepeda motor disarankan untuk lebih berhati-hati dengan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman yang lebih panjang dari kendaraan di depannya. Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tiba-tiba harus selalu diutamakan demi keselamatan bersama.
Artikel Terkait
Kementerian Pertanian Gandeng Pramuka Cetak Petani Muda dan Galakkan Tanam 250 Juta Pohon
PSM Makassar Bidik Kemenangan Kandang Atas Dewa United
BI Solo Buka Penukaran Uang Baru untuk Ramadan 2026, Wajib Pesan via Aplikasi
Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Ligue 1 Prancis