Siang itu, Jumat 13 Februari 2026, Gunung Semeru kembali menunjukkan kegelisahannya. Gunung tertinggi di Jawa yang berdiri di Lumajang itu tiba-tiba memuntahkan awan panas. Luncurannya jauh, mencapai 3.000 meter ke arah tenggara.
Semuanya berawal dari sebuah letusan. Tepat pukul 10.54 WIB, kolom abu vulkanik membubung tinggi, sekitar seribu meter dari puncak kawah. Tak lama berselang, muncullah awan panas guguran yang menggelinding turun. Situasinya belum benar-benar reda.
Belum genap dua jam kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB, Semeru kembali bergejolak. Erupsi susulan terjadi, dengan ketinggian abu yang sama, seribu meter. Kali ini, awan panasnya meluncur sejauh 2.500 meter.
Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), getaran hebat itu terekam jelas di seismograf. Amplitudonya mencapai 20 mm, dengan gempa letusan yang berlangsung cukup lama, kira-kira 250 detik.
Artikel Terkait
Bupati Sumedang Tinjau Progres Akhir Perbaikan Jalan Burujul-Sanca
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Istana Akasaka Jepang
Wamen Sosial Ajak Masyarakat Teladani Tiga Pilar Kepemimpinan Sultan Hasanuddin di Haul ke-465
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden Terpisah di Misi UNIFIL Lebanon