Winu Adiarto, Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS, menjelaskan alasan di balik perluasan program.
Pandangan serupa datang dari Utami Anita Herawati, Direktur Eksekutif PJI. Dia menilai program ini adalah salah satu cara konkret mengatasi kesenjangan gender di sektor tech.
Cecilia Astrid Maharani dari Mekari menyoroti angka yang cukup memprihatinkan: kurang dari 5% perempuan yang memilih teknologi sebagai jalur karier utama.
Dari sisi gaming, Riris Marpaung melihat peluang yang semakin terbuka lebar. Dia mengapresiasi upaya mengenalkan profesi ini ke pelajar.
Kolaborasi antara industri dan pendidikan semacam ini jelas penting. Amazon, melalui AWS, bersama PJI, berkomitmen memperluas akses pembelajaran teknologi bagi perempuan. Secara global, Amazon punya target ambisius: menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan dan perempuan muda melalui Girls’ Tech Day pada tahun 2030. Sebuah langkah kecil hari ini, yang bisa jadi pondasi besar untuk masa depan.
Artikel Terkait
Lelang KPK Raup Rp 10,9 Miliar, Dua HP Bekas Laku Rp 59 Juta Tak Ditebus
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Desak Langkah Diplomatik
Mantan Guru Depok Diamankan Usai Sebar Brosur Penawaran Jasa Seks di Pamulang
BMKG Peringatkan Hujan Ringan hingga Petir Melanda Sejumlah Wilayah Hari Ini